JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebutkan anggota DPRD Jakarta yang menggadaikan surat keputusan (SK) ke bank dikarenakan telah mengucurkan dana yang banyak semasa kampanye.
Lucius pun menduga dengan besarnya dana kampanye yang dikeluarkan dan adanya praktik money politic atau politik uang yang membuat mereka harus meminjam kredit ke bank dengan gadaikan SK.
"Pengeluaran terbanyak saya duga untuk aksi money politics. Ini pengeluaran yang tak terduga dan tak terukur. Nafsu yang besar untuk menang membuat mereka mengeluarkan uang dalam jumlah tak terduga hingga tak sadar kalau modal nyaris habis," kata Lucius saat dikonfirmasi, Kamis (19/9/2019).
"Pengeluaran besar masa kampanye membuat anggota DPRD berutang dan kini harus memulai pekerjaan dengan terlebih dahulu membereskan utang mereka. Karena bagaimana pun, rasanya memalukan menjadi wakil rakyat dengan utang yang belum terbayar," lanjutnya.
Baca Juga: Anggota DPRD DKI Jakarta Tak Dilarang Gadaikan SK ke Bank

Selain itu, Lucius juga menduga alasan lain anggota DPRD menggadaikan SK mereka lantaran gaya hidup yang mewah, sehingga ketika menjabat harus ada banyak uang untuk mencapai pamornya di masyarakat.
"Soal gaya hidup itu yang juga sangat penting. Sebagian anggota menganggap terpilih jadi anggota DPRD sekaligus membuatnya naik kelas menjadi pejabat. Dan jadi pejabat otomatis mesti dengan tampilan wah. Maka perlu duit untuk mendandani diri," ungkap Lucius.
"Mereka ini umumnya yang tak. Peduli dengan fungsi dan kewenangan DPRD, tapi hanya mau petantang-petenteng dengan jabatan saja," tuturnya.