Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Tulisan yang Hilang dari Gigi Palsu Perdana Menteri Jepang

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 21 September 2019 |08:01 WIB
Kisah Tulisan yang Hilang dari Gigi Palsu Perdana Menteri Jepang
Perdana Menteri Jepang pada Masa Perang Dunia II, Hideki Tojo. (Foto: Wikipedia)
A
A
A

SETELAH dijatuhkannya bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang secara resmi menyerah tanpa syarat, mengakhiri Perang Dunia II. Dengan berakhirnya konflik yang menelan jutaan nyawa manusia itu, pengadilan terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab, dan para pelaku kejahatan perang pun dimulai, termasuk terhadap pemerintah Jepang.

Pemimpin Jepang selama perang, Perdana Menteri Hideki Tojo dihadapkan ke pengadilan militer untuk mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat negaranya di bawah perintahnya. Namun, sebelum pengadilan dimulai, PM Tojo menghadapi sebuah masalah yang cukup mengganggu.

Giginya tidak dalam kondisi yang buruk sehingga tidak bisa digunakan dengan baik, yang berarti dia tidak akan dapat berbicara di persidangan. Tojo menyatakan keinginan untuk dapat berbicara atas namanya sendiri selama persidangan, dan karena itu dia akan memerlukan gigi palsu.

Jack Mallory dan George Foster memeriksa gigi Perdana Menteri Jepang, Hideki Tojo.

Dilansir Vintage News, Jack Mallory, seorang petugas pembuatan gigi palsu untuk Angkatan Laut Amerika Serikat yang telah ditempatkan di rumah sakit terdekat di Tokyo, dan akan dikirim untuk memeriksa mulut Tojo. Bersama dengan dokter giginya, George Foster, Mallory ikut melakukan pemeriksaan terhadap sang PM dan memperkirakan tindakan yang tepat mengenai apa yang dia butuhkan.

Mengetahui dirinya tidak akan hidup lama setelah persidangan karena menghadapi eksekusi mati, Tojo hanya menginginkan gigi palsu untuk deretan atas giginya, alih-alih set gigi palsu lengkap. Yang dia inginkan hanyalah menyampaikan apa yang ingin pemikirannya pada persidangan.

Ketika Jack dan George bekerja membuat gigi palsu itu, Mallory berpikir untuk membuat beberapa perubahan pada karyanya. Dia ingin mengebor kata-kata “Remember Pearl Harbor” (Ingatlah Pearl Harbor) di bagian dalam gigi, tetapi dia tahu bahwa jika ketahuan dia akan segera diseret ke pengadilan militer. Jadi, dia memilih untuk mengambil rute yang lebih samar, dengan menggunakan kode Morse.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement