Ketika Abdallah bertanya apa yang terjadi, si agen disebut berkata staf maskapai telah menghubungi polisi dan mengatakan mereka "tidak nyaman terbang" bersama Abdallah.
Alasannya, kata si agen kepada Abdallah, Abdallah "pergi ke kamar kecil dan…menggelontorkan air dua kali".
Menurut Abdallah, si agen meminta maaf kepadanya kemudian mempersilakannya baik penerbangan susulan.
"Saya merasa (mereka saat itu) mendiskriminasikan saya atas dasar etnis dan agama saya," kata Abdallah.
Semua penumpang kemudian dipesankan penerbangan berikutnya ke Dallas.
Apa yang dikatakan pihak maskapai?
"Kami berkomitmen menyediakan pengalaman positif ke semua orang yang bepergian bersama kami," sebut American Airlines.
"Tim kami bekerja dengan Mesa untuk meninjau insiden ini dan kami telah menghubungi Tn Alkhawaldeh dan Tn Abdallah untuk memahami lebih baik pengalaman mereka."
Maskapai tersebut dihadapkan pada sejumlah tuduhan perlakuan diskriminatif di masa lalu.
Awal tahun ini, maskapai tersebut meminta maaf karena disebut-sebut mengatakan kepada seorang penumpang perempuan untuk menyembunyikan pakaiannya menggunakan selimut.
Kemudian pada 2017, kelompok pelindung HAM warga non-kulit putih (NAACP), memperingatkan penumpang kulit hitam bahwa American Airlines "bisa saja menempatkan (penumpang) dengan sikap kurang ajar, diskriminatif, atau tidak aman".
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.