Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Festival Jatiluwih 2019 Selesai Digelar, Teramai dari 3 Tahun Pelaksanaan

Tiara Putri , Jurnalis-Minggu, 22 September 2019 |21:24 WIB
Festival Jatiluwih 2019 Selesai Digelar, Teramai dari 3 Tahun Pelaksanaan
Festival Jatiluwih 2019 (Foto: Feri Usmanan/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Festival Jatiluwih 2019 telah selesai dilaksanakan. Bertempat di D'Uma Jatiluwih Art & Culture Hill, festival tersebut berlangsung selama 3 hari sejak Jumat 20 September 2019 dan berakhir Minggu 22 September 2019. Antusias wisatawan dan masyarakat sekitar untuk datang terbilang tinggi.

Ketua Umum Festival Jatiluwih 2019, I Nengah Sutirtayasa mengaku antusias wisatawan di tahun ini lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu. Bisa dilihat sejak pre-event yang digelar Juni lalu, sudah banyak wisatawan yang ikut berpartisipasi. Mulai dari panen raya beras, kemah budaya, Grand Final Duta Hijau Bali, hingga puncak perayaan festival.

"Selama 3 hari penyelenggaraan cukup lancar dan bagus. Pengunjung yang datang juga jumlahnya dua kali lipat. Dari 8 jam di siang hari, masuk sekira 1.500-1.800 wisatawan, di malam hari jumlahnya kurang lebih sama," ujar Nengah saat ditemui Okezone, Minggu (22/9/2019).

Festival Jatiluwih 

Namun dirinya mengungkapkan tak hanya berfokus pada jumlah wisatawan. Alasannya karena Festival Jatiluwih 2019 bertujuan untuk membangun sumber daya masyarakat (SDM) Jatiluwih.

"Perlu ditekankan penyelenggaraan Festival Jatiluwih bukan hanya target yang kami tuju. Tapi sebuah edukasi membangun masyarakat melalui karang taruna dan generasi muda," imbuh Nengah yang juga Manajer Operasional Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih.

 Festival Jatiluwih

Pada festival tersebut, para pemuda karang taruna dilibatkan dalam setiap kegiatan seperti workshop, kegiatan pertanian, dan puncak acara. Mereka ikut andil dalam kepanitiaan sehingga bisa belajar cara mengadakan sebuah acara. Harapannya ke depan mereka bisa mengadakan acara sendiri yang membantu mempromosikan pariwisata Jatiluwih.

"Tentu sebagai manajemen operasional kami berharap besar kepada karang taruna karena ke depannya mereka perlu regenerasi sistem di desa, di samping sebuah manajemen nantinya. Kesempatan ini sangat baik sekali untuk mereka," terang Nengah.

Menurutnya banyak pelajaran yang bisa diambil oleh pemuda karang taruna melalui kepanitiaan. Contohnya nilai edukasi tentang bisnis, mengelola sebuah manajemen, dan belajar tentang organisasi. Terlebih di Bali termasuk DTW Jatiluwih cukup banyak organisasi, seperti organisasi subak, organisasi adat, desa, dan kelompok-kelompok tertentu.

 Festival Jatiluwih

Kendati demikian, Nengah tak memungkiri sebuah acara yang melibatkan masyarakat dan pengunjung masih ada kekurangan. Terlebih mereka baru membangun sebuah SDM melalui anak-anak muda. Namun sekali lagi dirinya menekankan, kesempatan ini dapat digunakan untuk belajar agar ke depannya semakin baik dan minim kesalahan.

"Sebagai pengelola DTW Jatiluwih, tentu kami berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Objek wisata di sini dikenal dengan trasering alam yang juga dimiliki oleh masyarakat dan sekarang wisatawan alam tengah digemari. Edukasi kami berikan karena pariwisata harus didukung oleh masyarakat," pungkas Nengah.

Sementaa itu, di hari terakhir penyelenggaraan Festival Jatiluwih 2019, acara diawali dengan senam bersama ibu-ibu PKK Jatiluwih. Kemudian ada hiburan Barong Bangkung dan Barong Bangkung. Di kesempatan itu, dibacakan pula pemenang kreasi anyaman jerami. Acara ditutup oleh I Nengah Sutirtayasa selaku Ketua Umum Festival Jatiluwih 2019 sekaligus Manajer Operasional DTW Jatiluwih. (cm)

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement