nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kakak Beradik di Lampung Makan Bangkai Kucing

Selasa 24 September 2019 00:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 23 340 2108430 kakak-beradik-di-lampung-makan-bangkai-kucing-AumpVFfsn0.jpg Tetangga menyambangi rumah Wagimin dan Suyatno yang memakan bangkai kucing (Foto : iNews/Jimmi)

LAMPUNG - Media sosial dibuat heboh dengan kelakuan kakak beradik di Bandarlampung, Lampung, lantaran mereka memakan bangkai kucing. Berdasar pengakuan dari warga, mereka diduga depresi.

Kakak adik tersebut berama Wagimin (45) dan Suyatno (35), warga Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi, mengaku memakan bangkai kucing.

Ilustrasi

Wagimin mengaku, ketika itu sedang ingin memakan daging. Lalu melihat ada kucing mati di pinggir jalan. Tak berpikir lama, dirinya langsung membawa pulang bangkai itu untuk dimasak dan dimakan bersama adiknya. Namun saat ditanya kembali, keterangan Wagimin sering berubah.

"Ya namanya memang mengalami gangguan," kata warga, Sukarjo, kepada wartawan di rumah Wagimin di Kepala Tujuh, Kecamatan Kotabumi, Kota Bandarlampung, Lampung, seperti dikutip dari iNews.id, Senin (23/9/2019).

Menurut pengakuan warga, dia dan adiknya sudah pernah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa Bandarlampung pada 2018 lalu selama empat bulan.

Mereka diduga depresi karena ditinggal mati kedua orang tuanya sekitar tujuh tahun silam. Warga di sana sangat peduli dengan kondisi kakak adik ini, namun mereka memang tak bisa menghargai kepedulian tersebut.

"Waktu itu ada yang kasih beras, malah dibuang ke sumur. Nasi bungkus itu selalu diberikan oleh warga untuk mereka. Jadi mereka bukan tidak diperhatikan oleh kami," ujar Sukarjo.

Salah satu kerabat Wagiman dan Suyatno, Luis Jeriwai mengatakan, kedua kakak adik ini selalu mendapat perhatian masyarakat. Bukan hanya kebutuhan makan, bahkan sampai pakaian dan uang jajan harian.

"Tapi mereka kan memang mengalami gangguan. Saya kasih baju saja tidak pernah dipakai. Ini terus bajunya setiap hari yang sudah kotor dan usang," ujar dia.

Dia menilai, Wagiman dan Suyatno sudah biasa memungut bangkai di jalan untuk dimakan. Warga sering meminta mereka membuangnya, namun diam-diam bangkai itu diambil lagi saat warga lengah.

"Kadang bangkai ayam, bahkan pernah bangkai kodok," kata Luis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini