Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Caligula, Kaisar Romawi yang Suka Berdandan seperti Wanita

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Minggu, 29 September 2019 |08:06 WIB
Caligula, Kaisar Romawi yang Suka Berdandan seperti Wanita
Caligula, Kaisar Romawi masa 37-41 Masehi. (Foto/Wikipedia Commons)
A
A
A

Di Romawi, para politisi terkenal karena perilaku aneh mereka, tetapi Caligula mengalahkan mereka semua. Kaisar keempat Roma, yang terlibat dalam perilaku seksual yang menyimpang, kebrutalan yang ekstrem, pengeluaran yang tidak terkendali, dan, akhirnya, mencoba membuat kuda kesayangannya, Incitatus, seorang senator Romawi.

Caligula lahir pada 12 Masehi (M), Caligula bernama asli Gayus Julius Caesar Germanicus. Dia memperoleh nama Caligula, yang berarti "sepatu kecil", sebagai seorang anak karena orang tuanya sering mengenakan seragam militer.

Caligula adalah putra bungsu Jenderal Germanicus dan istrinya, Agrippina the Elder.

Caligula baru berusia lima tahun ketika ayahnya meninggal. Tiba-tiba, keluarga itu tidak lagi masuk dalam lingkaran Kaisar Tiberius.

Agrippina dan dua putranya yang lebih tua dituduh melakukan pengkhianatan dan dijebloskan ke penjara. Ketiganya kemudian mati.

Foto/Wikipedia Commons

Sedangkan Caligula dilindungi oleh neneknya dari kemarahan Tiberius. Tetapi setelah dia menjadi pemuda, dia tinggal bersama Tiberius.

Kaisar Tiberius secara resmi mengadopsi Caligula dan menamainya serta sepupunya, Gemellus, keduanya sama-sama pewaris kerajaan.

Salah satu sekutu terdekat Tiberius, Marco, melobi Caligula untuk menjadi orang yang memikul kepemimpinan kerajaan ketika Tiberius meninggal. Setelah dinobatkan sebagai kaisar, Caligula memerintahkan agar Marco dan Gemellus dieksekusi mati.

Caligula menjadi kaisar Romawi pada tahun 37 M, tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-25. Tampaknya pemerintahan Caligula dimulai dengan awal yang menjanjikan.

Dia memprakarsai beberapa reformasi politik yang membuatnya mendapatkan pujian awal. Dia mendapatkan bantuan tambahan dengan mengizinkan warga yang diasingkan untuk kembali ke Roma.

Namun, menurut legenda, semua itu berubah pada Oktober tahun pertama setelah Caligula jatuh sakit dengan penyakit serius. Setelah pulih, Caligula berubah dari seorang pemuda yang manja, menjadi pemimpin yang gila dan jahat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement