Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pelajar Terlibat Demo Rusuh di Wamena, Wakapolda Papua: Mereka Dipaksa

Edy Siswanto , Jurnalis-Senin, 30 September 2019 |11:26 WIB
Pelajar Terlibat Demo Rusuh di Wamena, Wakapolda Papua: Mereka Dipaksa
Kerusuhan di Papua (Foto: Ist)
A
A
A

JAYAPURA - Pihak Kepolisian Polda Papua bekerjasama dengan pihak adat Wamena termasuk Bupati dan stakeholder untuk mengungkap pelaku demo rusuh yang mengakibatkan 33 warga meninggalkan dunia, ratusan luka-luka dan puluhan bangunan rusak yang berakibat ribuan warga mengungsi.

Hal ini ditegaskan Wakapolda Papua, Brigjen Polisi Yakobus Marzuki di Jayapura.

"Karena saat ini dia sakit, yang kita identifikasi sebagai pelaku baru kita akan periksa, yang bukan anak-anak ya, karena anak-anak ini adalah korban. Tapi yang dewasa, yang melakukan, menyuruh, itu yang akan kita periksa,"kata Wakapolda.

Baca Juga: Polri: Perusuh Demo Bukan Orang Wamena, Justru Mereka Lindungi Pendatang

Diakuinya, anak-anak sekolah yang turut dalam aksi demo yang berakhir anarkis tersebut dipaksa oleh kelompok-kelompok orang dewasa yang masih diburu.

 Wakapolda Papua, Yakobus Marjuki

"Kita akan berhati-hatinya untuk mengambil nila setitik itu. Kita hati-hati. Saya sudah sampaikan kepada Bupati, stakeholder, termasuk tokoh adat dan masyarakat disana terkait itu,"ucap Wakapolda.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 warga harus meregang nyawa pada insiden demo anarkis Senin 23 September lalu, dan sedikitnya 8.000 orang mengungsi di Jayawijaya maupun di Jayapura. Sekitar 450 aparat kepolisian Brimob BKO Polda Papua dan jajaran Polda Papua telah berada di Kabupaten ini untuk meredam situasi pasca aksi.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement