nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tingkat Bunuh Diri Anggota Melonjak, Ribuan Polisi Prancis Demo Tuntut Kondisi Lebih Baik

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 10:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 03 18 2112305 tingkat-bunuh-diri-anggota-melonjak-ribuan-polisi-prancis-demo-tuntut-kondisi-lebih-baik-laEtHSehB1.jpg Polisi Prancis demonstrasi tuntut kondisi lebih baik. (Foto/Reuters)

PARIS - Ribuan polisi Prancis berdemonstrasi di Paris menuntut kondisi kerja yang lebih baik, di tengah meningkatnya bunuh diri petugas dan tuduhan kebrutalan polisi yang telah melemahkan moral pasukan.

AFP melaporkan via Al Jazeera, Kamis (3/10/2019) demonstrasi pada Rabu (2/10) itu adalah yang terbesar yang digelar anggota kepolisian Prancis selama bertahun-tahun. Hal itu mencerminkan frustrasi di antara para petugas setelah setahun melawan protes mingguan kelompok "rompi kuning" yang sering berubah menjadi kekerasan.

Gerakan rompi kuning awalnya menuntut penundaan kenaikan pajak bahan bakar yang kemudian meluas meminta pemerataan kesejahteraan, kenaikan gaji, upah minimum, tunjangan pensiun, serta jaminan sosial.

Baca juga: Polisi Prancis Diserang Bom Tinja pada Demonstrasi Rompi Kuning

Baca juga: Foto Telanjang Tersebar, Wali Kota di Prancis Mengundurkan Diri

Banyak anggota polisi, yang berkumpul dengan pakaian biasa di Lapangan Bastille. Mereka mengeluhkan kurangnya pengakuan dan dukungan dari negara dan masyarakat.

"Kami adalah sampah masyarakat," Frederic Govin, seorang perwira dari satuan polisi anti huru hara di Prancis kepada AFP.

Foto/Reuters

Koordinator demonstrasi memperkirakan ada 27.000 polisi yang terlibat dalam aksi di Paris, dengan 150.000 staf polisi di seluruh Prancis. Tidak ada perkiraan independen yang tersedia.

"Ini adalah peringatan keras kepada pemerintah dan Presiden [Emmanuel Macron]. Kami ingin jawaban dan tindakan nyata sekarang," kata Fabien Vanhemelryck, sekretaris jenderal perserikatan Aliansi Polisi.

Tema utama dalam protes adalah meningkatnya jumlah petugas polisi yang bunuh diri.

Cyril Benoit, seorang perwira dengan masa kerja 20 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa protes massa rompi kuning yang anti-pemerintah telah memperluas kekuatan hingga sering bentrok dengan polisi.

Ia mengatakan, dalam dua tahun terakhir, seorang petugas di unit polisi anti huru hara di pusat kota Auxerre melakukan bunuh diri dan yang lainnya berusaha untuk mengambil nyawanya sendiri.

Menurut serikat polisi, sejauh tahun ini 52 petugas telah bunuh diri, jumlah itu naik dari total 35 pada 2018, menurut angka kementerian dalam negeri.

Benoit menyalahkan "kelelahan fisik dan psikologis" serta meningkatnya tekanan dari perwira senior untuk memenuhi target.

"Selalu ada tekanan pada polisi tetapi tidak pernah seperti ini," katanya.

Polisi menangis

Di bawah hukum Prancis, polisi tidak diizinkan untuk mogok atau berdemonstrasi saat bertugas.

Beberapa petugas mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah diberikan cuti oleh pimpinannya untuk menghadiri protes.

"Saya melihat rekan-rekan menangis," kata Antoine, seorang perwira polisi berusia 40 tahun yang sudah 15 tahun memerangi kejahatan.

Dia menuduh pemerintah gagal membela petugas dalam menghadapi tuduhan berulang tentang kebrutalan, terutama terhadap demonstran rompi kuning—puluhan di antaranya telah terluka parah oleh peluru karet dan granat setrum.

"Televisi terus memutar ulang video tindakan polisi [yang diduga brutal] tetapi Anda tidak melihat batu yang terbang di atas kepala beberapa detik sebelumnya," kata Antoine.

Polisi juga menentang perombakan besar-besaran terhadap sistem pensiun, yang menghapus sebagian tunjangan mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini