nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Rambut Penjahat Lucu, Polisi Hapus Postingan di Media Sosial

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 08:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 03 18 2112551 gaya-rambut-penjahat-lucu-polisi-hapus-postingan-di-media-sosial-Ykpk9jkVHA.jpg Ilustrasi Foto/Shutter Stock

WELSH - Dalam perang melawan kejahatan, Kepolisian Gwent mendapat batu sandungan yang tidak terduga.

Awalnya, kepolisian mengunggah foto lelaki yang terlibat kasus narkoba ke akun media sosial mereka. Hal itu dilakukan agar polisi mendapat informasi terkait pria tersebut.

Namun postingan itu dengan cepat dibanjiri komentar warganet (netizen).

Banyak komentar warganet yang tidak membantu, malah mencela gaya rambut si penjahat.

Gaya rambut pria itu yang unik hingga menarik ribuan komentar. Menurut Herald Selandia Baru, ada lebih dari 84.000 komentar terkait unggahan foto Kepolisian Gwent.

Ada lelucon tentang gaya rambut penjahat itu, satu orang bertanya-tanya apakah polisi Gwent harus melakukan pencarian mereka ke Edinburgh karena Festival Fringe tahunan sedang berlangsung.

Foto/Mirror

Kepolisian mengakui bahwa mereka terhibur oleh komentar warganet, tapi ada beberapa komentar terlalu ekstrem dan membuat kepolisian menghapus foto itu.

"Kami benar-benar berterima kasih kepada semua orang yang membantu kami menemukan Jermaine Taylor, dan kami harus mengakui bahwa beberapa dari komentar ini telah membuat kami tertawa," pernyataaan Kepolisian Gwent menyitir Mirror, Kamis (3/10/2019).

"Namun, ketika komentar menjadi kasar, kami harus memastikan kami bertanggung jawab dan mengingatkan orang untuk berhati-hati tentang apa yang mereka tulis di media sosial.

Kepolisian Gwent mengingatkan bahwa melecehkan, mengancam, dan melecehkan orang di media sosial bisa melanggar hukum.

"Saran kami adalah berhati-hatilah di media sosial seperti halnya dengan komunikasi lainnya. Jika Anda mengatakan sesuatu tentang seseorang yang sangat ofensif atau karakter yang tidak senonoh, cabul, atau mengancam, maka Anda dapat diperiksa polisi," demikian pernyataan tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini