JAKARTA - Jokowi disarankan lebih banyak memilih menteri dari kalangan profesional, agar kerja dan visi Kepala Negara bisa terealisasikan tanpa ada tekanan dari banyak pihak.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Militer dan Pertahanan, Salim Said saat membicarakan prediksi kursi menteri, utamanya menteri pertahanan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri memastikan penyusunan Kabinet Kerja Jilid II memiliki komposisi jabatan 45 persen orang-orang dari kader partai politik dan 55 persen lagi dari kalangan profesional.
Baca Juga: Jokowi Bocorkan Komposisi Kabinet Kerja Jilid II: 45% Diisi Parpol, 55% Profesional
Komposisi tersebut solah menyiratkan kalangan profesional untuk bisa menarik hati presiden terpilih periode 2019-2014 tersebut. Berbagai pihak, mulai dari berlatar sipil, pengusaha hingga militer menyiratkan keinginan untuk masuk Kabinet Kerja Jilid II.
"Yang tahu semua itu hanya Pak Jokowi, siapa saja calon menteri yang cocok untuk jabatan tertentu, semua yang menentukan dan memastikan keterpilihannya hanya pak Jokowi, itu hak prerogatifnya sebagai presiden,” katanya kepada media di Jakarta (3/10/19).

Khusus posisi Menteri Pertahanan, Salim Said memberi saran agar posisi strategis tersebut diserahkan kepada kalangan profesional, agar militer Indonesia bisa disegani oleh negara lain.