Setelah jembatan tersebut ambruk, selang beberapa jam jenazah Wartanto akhirnya berhasil dievakuasi. Taman sendiri mengetahui kabar tersebut dari kedua saudara lainnya yang bekerja di Taiwan.
"Saya berharap jenazah adik saya bisa segera dipulangkan, " tambahnya.
Taman mengatakan, selain menunggu informasi kepulangan jenazah adiknya, Taman berencana akan mencari tahu, mengapa Wartono tidak mendapat hak-haknya seperti asuransi dan sebagainya.
"Infonya dari PT kalau hak Wartono di Indonesia tidak ada seperti asuransi dan sebagainya. Mereka beralasan karena lebih dari tiga tahun. Saya mau mencari keadilan. Mereka hanya menjanjikan untuk mengusahakan saja," ucap dia.
Masih kata Taman, pihak perusahaan yang memberangkatkan adiknya ke Taiwan memang sempat mendatangi rumahnya. Namun, kedatangan mereka hanya sekedar mengkonfirmasi dan menyerahkan dokumen pribadi yang dimiliki adiknya.
"Mereka kemarin datang. Saya dapat dokumen milik Wartanto dari mereka, " imbuhnya.
Atas kejadian yang menimpa Wartanto tersebut, beberapa saudara Taman yang bekerja di luar negeri, akan mengambil cuti dan pulang ke Cirebon.
"Kami semuanya saling bantu. Ada yang modalin buat ngeberangkatin satu sama lain, " pungkasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.