nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecam Kebijakan Bermusuhan AS, Korut Sebut Negosiasi di Stockholm "Memuakkan"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 09:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 07 18 2113692 kecam-kebijakan-bermusuhan-as-korut-sebut-negosiasi-di-stockholm-memuakkan-krU7kEA2jU.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Korea Utara menuntut Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan “kebijakan yang bermusuhan” terhadap Pyongyang yang menyebabkan terhentinya pembicaraan negosiasi nuklir terbaru antara kedua negara di Stockholm, Swedia, yang mereka sebut “memuakkan”. Korea Utara mengatakan bola sekarang berada di AS, dan memperingatkan Washington bahwa Pyongyang hanya akan menunggu sampai akhir tahun bagi AS untuk mengubah arah kebijakannya.

Komentar itu disampaikan Pyongyang setelah pembicaraan tingkat kerja antara utusan AS dan Korea Utara dibatalkan pada Sabtu. Departemen Luar Negeri AS mengatakan telah menerima undangan Swedia untuk kembali untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Pyongyang dalam dua pekan mendatang.

BACA JUGA: Pembicaraan Nuklir AS Vs Korea Utara Mendadak Terhenti

Namun, pihak Korea Utara menyatakan mereka tidak yakin AS akan dapat mempersiapkan rencana alternatif dalam waktu dua pekan.

"Kami tidak memiliki niat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti... terjadi kali ini (di Swedia) sebelum AS mengambil langkah substansial untuk melakukan penarikan penuh kebijakan permusuhan terhadap DPRK," kata kantor berita Korea Utara, KCNA mengutip juru bicara untuk kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan. DPRK adalah nama resmi Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Swedia, Ann Linde mengatakan bahwa pembicaraan itu konstruktif "selama mereka berlangsung."

"Maka saya pikir ada pandangan yang agak berbeda tentang apa yang harus dicapai pada satu pertemuan," katanya kepada penyiar publik Swedia SVT sebagaimana dilansir Reuters. Dia menambahkan bahwa Swedia siap membantu kedua negara jika mereka memutuskan untuk bertemu lagi.

“Jika itu dalam dua pekan atau dua bulan masih harus dilihat. Saya pikir mungkin untuk mencapai lebih banyak pembicaraan, tetapi itu sepenuhnya tergantung pada kedua belah pihak,”lanjutnya.

Tidak jelas apakah Korea Utara akan kembali melakukan perundingan, tetapi para ahli mengatakan bahwa Pyongyang dapat menggunakan strateginya untuk bernegosiasi untuk mendapatkan konsesi sebagai keuntungan tambahan dari berpartisipasi dalam negosiasi.

Korea Utara menegaskan kembali batas waktu akhir tahun yang ditetapkan oleh pemimpin Kim Jong –un bagi AS untuk menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam perundingan, yang gagal pada Februari saat pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump.

Pada pembicaraan tingkat kerja, AS mengatakan mereka membawa "ide-ide kreatif" dan melakukan diskusi yang baik dengan Korea Utara, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Tetapi kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan Washington tidak membuat persiapan untuk perundingan di Swedia, tetapi hanya berusaha untuk memenuhi tujuan politiknya sendiri.

BACA JUGA: AS-Korea Utara Berunding Pecahkan Kebuntuan soal Nuklir di Swedia

Kantor berita Yonhap melaporkan delegasi Korea Utara yang dipimpin oleh kepala perunding nuklir Kim Myong Gil meninggalkan kedutaan di Stockholm. Ditanya apakah mereka akan kembali ke Swedia, Kim menyarankan untuk bertanya kepada pihak AS.

“AS menyebarkan cerita yang sama sekali tidak memiliki latar belakang bahwa kedua belah pihak terbuka untuk bertemu setelah dua pekan. ... Tidak mungkin sama sekali bahwa AS dapat menghasilkan proposal yang sepadan dengan harapan DPRK dan keprihatinan dunia hanya dalam dua pekan, ”kata juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini