Korban Tewas Demonstrasi dan Kerusuhan di Irak Capai Lebih dari 100 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 07 Oktober 2019 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 07 18 2113713 korban-tewas-demonstrasi-dan-kerusuhan-di-irak-capai-lebih-dari-100-orang-xkBvbQjJCG.jpg Foto: Reuters.

BAGHDAD – Sedikitnya delapan orang tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan dengan demonstran dalam unjuk rasa yang berlangsung di Irak pada Minggu. Jumlah itu menjadikan total korban tewas dalam enam hari unjuk rasa di Irak mencapai lebih dari 100 orang, dengan sekira 6.000 korban luka-luka.

Sumber kepolisian mengatakan delapan orang itu tewas di Baghdad timur setelah polisi yang didukung oleh angkatan bersenjata menggunakan peluru tajam dalam bentrokan yang terjadi. Para demonstran turun ke jalan berjam-jam setelah pemerintah mengumumkan reformasi untuk mencoba meredakan kemarahan atas korupsi dan pengangguran.

BACA JUGA: Sniper Misterius Teror Demonstrasi Irak, Jumlah Korban Bertambah Jadi 60 Orang

Kerusuhan yang terjadi selama sepekan terakhir adalah tantangan keamanan dan politik terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi sejak berkuasa setahun yang lalu. Bentrokan telah menghidupkan kembali kekhawatiran akan kekerasan baru yang dapat menyedot kelompok-kelompok milisi yang berpengaruh dan dieksploitasi oleh Negara Islam (IS).

Sebelum bentrokan terakhir di distrik perumahan Sadr City di Ibu Kota Baghdad, keterangan seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri yang dilansir Reuters mengatakan bahwa 104 orang telah tewas dalam kerusuhan yang terjadi sejak Selasa, 1 Oktober, termasuk delapan anggota pasukan keamanan.

Dia mengatakan 6.107 telah terluka, termasuk lebih dari 1.000 polisi dan pasukan keamanan, dan puluhan bangunan telah dibakar. Namun, dia membantah pasukan keamanan telah menembak langsung ke arah para pengunjuk rasa.

Sumber kepolisian dan medis mengatakan bahwa 26 orang tewas dalam bentrokan pada Sabtu dan Minggu di Baghdad. Sementara sumber pasukan keamanan, rumah sakit dan kamar mayat mengatakan bahwa polisi juga menembakkan peluru tajam selama bentrokan di kota selatan Nasiriya pada Sabtu, melukai 24 orang termasuk tujuh polisi.

Satu orang terbunuh pada Sabtu saat demonstrasi di Kota Diwaniya, selatan Irak.

Dua tahun setelah Irak mengumumkan kekalahan kelompok militan IS, keamanan di negara itu telah meningkat tetapi korupsi merajalela, infrastruktur yang rusak belum dibangun kembali dan pekerjaan langka.

Protes, yang telah melanda banyak bagian negara itu, tampaknya tidak diorganisir oleh satu kelompok politik tunggal dan tampaknya mengejutkan pemerintah.

Pada rapat kabinet darurat pada Sabtu malam, pemerintah menyetujui rencana 17 poin untuk meningkatkan perumahan bersubsidi bagi kaum miskin, tunjangan untuk para penganggur dan program pelatihan dan inisiatif pinjaman kecil untuk kaum muda yang menganggur.

Keluarga dari mereka yang terbunuh dalam demonstrasi pekan ini juga akan menerima tunjangan dan perawatan yang biasanya diberikan kepada anggota pasukan keamanan yang terbunuh selama perang.

"Di tengah semua ini, saya bersumpah kepada Tuhan bahwa satu-satunya kepedulian saya adalah korban," kata Perdana Menteri Abdul Mahdi dalam pertemuan kabinet sebagaimana dikutip oleh televisi pemerintah.

BACA JUGA: Demo Anti-Pemerintah di Irak Mulai Lagi, 1 Orang Tewas

Gubernur provinsi Baghdad, yang posisinya tidak terlalu berpengaruh, mengundurkan diri pada Minggu setelah para demonstran menuduhnya gagal memperbaiki kondisi di kota itu.

Tetapi partai-partai politik yang kuat yang telah mendominasi politik Irak sejak invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada 2003 belum mengindikasikan mereka bersedia melepaskan institusi yang mereka kuasai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini