nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sniper Misterius Teror Demonstrasi Irak, Jumlah Korban Bertambah Jadi 60 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 10:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 05 18 2113213 sniper-misterius-teror-demonstrasi-irak-jumlah-korban-bertambah-jadi-60-orang-mtLdLzRUQ1.jpg Foto: AFP.

BAGHDAD – Jumlah korban jiwa dalam demonstrasi anti-pemerintah yang terjadi di sejumlah daerah di Irak telah bertambah menjadi sedikitnya 60 orang. Jumlah korban tewas bertambah hingga dua kali lipat dalam 24 jam terakhir dengan bentrokan antara polisi dengan demonstran yang terus berlangsung, bahkan bertambah hebat.

Militer Irak mengatakan bahwa "penembak jitu yang tidak dikenal" telah membunuh empat orang di Baghdad, termasuk dua petugas polisi. Demikian diwartakan BBC, Sabtu (5/10/2019).

BACA JUGA: Demonstrasi Berdarah Irak Masuki Hari Ketiga, 27 Orang Dilaporkan Tewas

Protes spontan meletus pada Selasa di tengah frustrasi atas tingginya tingkat pengangguran kaum muda Irak, layanan publiknya yang mengerikan, dan korupsi kronis. Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi sebelumnya mengatakan "tuntutan sah" para demonstran telah didengar, tetapi dia meminta agar situasi kembali ketenangan.

Demonstrasi berdarah ini dipandang sebagai tantangan besar pertama bagi pemerintahan Mahdi yang rapuh, hampir setahun sejak ia berkuasa.

Terlepas dari permintaan perdana menteri untuk bersabar, rakyat Irak terus memadati ratusan orang di jalanan pada Jumat. Jam malam tanpa batas yang diberlakukan oleh otoritas di ibukota, serta pemadaman internet, juga gagal mencegah pengunjuk rasa berkumpul.

Menurut laporan Reuters, pasukan keamanan terlihat menembaki para pengunjuk rasa yang berusaha mencapai Lapangan Tahrir di Ibu Kota Baghdad, tempat banyak kerusuhan telah terfokus.

Seorang wartawan Reuters di lapangan mengatakan beberapa orang terkena peluru, beberapa di kepala dan lainnya di perut. Menurut sumber medis dan keamanan, sedikitnya 10 orang tewas di Baghdad pada Jumat.

Jumlah itu termasuk empat warga Irak, dua warga sipil dan dua petugas keamanan, yang ditembak oleh penembak jitu di Baghdad tengah.

Sedikitnya 60 orang tewas, termasuk enam anggota pasukan keamanan Irak, dalam demonstrasi pada Jumat. Ratusan lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA: Protes Pemerintah Irak, 10 Orang Tewas dan 200 Terluka

Ulama paling senior di Irak, Ayatollah Ali al-Sistani, mendesak pemerintah untuk menanggapi tuntutan reformasi, dengan mengatakan mereka "tidak menjawab tuntutan rakyat untuk memerangi korupsi atau mencapai apa pun di lapangan".

PBB dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan keprihatinan atas kekerasan yang terjadi dan mendesak pemerintah Irak untuk menahan diri. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International juga menyerukan agar pasukan keamanan dikekang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini