Bantai Keluarga Mantan Pacar, Pria Ini Serahkan Diri ke Polisi

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 07 Oktober 2019 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 07 18 2113998 bantai-keluarga-mantan-pacar-pria-ini-serahkan-diri-ke-polisi-PTfs3Uf81y.jpg Ilustrasi Foto/Shutter Stock

KITZBUHEL - Seorang pria membunuh keluarga mantan pacarnya, karena cemburu lalu menyerahkan diri ke polisi

Melansir Mirror, Senin (7/10/2019) Andreas E (25) meletakkan pistol dan pisau di meja di kantor polisi setempat dan mengatakan kepada petugas, "Saya telah membunuh lima orang."

Andreas mengaku telah membunuh Nadine Hinterholzer (19) mantan pacarnya, kekasih mantan pacarnya, Florian (Flo) Janny (24), orang tuanya mantan pacar dan saudara lelaki mantan pacarnya di sebuah resor ski Austria.

Pembunuhan itu dilaporkan akibat Andreas cemburu karena melihat Nadine dan Florian tidur bersama beberapa jam setelah dia melihat pasangan itu di sebuah restoran di Kitzbuehel.

Dilaporkan, Andreas dan Nadine pernah bertunangan namun keduanya berpisah dua bulan lalu.

Foto/Mirror

Andreas pergi ke rumah Nadine pada jam 4 pagi Minggu (6/10) namun dia hanya bertemu dengan ayahnya yang memberitahu dia bahwa hubungan dia dengan anaknya sudah pergi. Angreas diminta pergi dari rumah orang tua Nadine.

Andreas kemudian pulang ke rumah dan mengambil pistol kakaknya serta kembali ke rumah Nadine sebelum jam 6 pagi.

Ayah Nadine, Rupert, ditembak mati ketika membuka pintu, kemudian Andrea (51) dan saudara Kevin (25) abang Nadine.

Andreas kemudian memanjat balkon ke apartemen nenek korban, di mana Nadine dan Florian sedang tidur.

Dia kemudian menembak mantan pacarnya dan pasangan barunya.

Polisi mengatakan Andreas tahu di mana menemukan Nadine dan Florian karena sebelumnya dia tinggal di apartemen tersebut.

Tersangka kemudian pergi ke kantor polisi setempat dan mengaku.

Pembunuhan itu dimotivasi oleh kecemburuan.

Wali Kota Kitzbuhel Klaus Winkler mengatakan kepada wartawan menyebut kasus pembunuhan itu sebagai tragedi.

"Ini benar-benar tindakan yang tidak rasional, tragedi keluarga yang mengerikan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini