JAKARTA - Perubahan pola pikir, gaya hidup dan budaya diperlukan dalam pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan hidup dan melindungi bumi dari kerusakan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati menerangkan, masyarakat dapat memulai dengan hal-hal yang sederhana, untuk melindungi bumi dari kerusakan akibat pengelolaan sampah yang tidak benar dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya, dengan memilah sampah mulai dari rumah masing-masing.
Baca Juga: Kurangi Limbah Plastik, Warga Aceh Barat Kumpulkan 1,9 Ton Sampah
Menurut dia, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi sangat penting untuk mengurangi beban pengelolaan di hilir. Untuk itu perlu adanya euforia revolusi mental pengelolaan sampah dengan merubah perilaku tidak menggantungkan kepada petugas kebersihan dan pemulung.
“Kita juga mengambil tanggung jawab untuk menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah sendiri dengan menerapkan prinsip mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah (Prinsip 3R: reduce, reuse dan recycle) di tempat masing-masing," ujar dia.
Vivin mengatakan, perlunya komitmen yang kuat baik dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan komunitas. Peran pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mendukung gerakan ini menjadi sangat penting.
“Pemerintah daerah diimbau dapat menyediakan pengangkutan terpilah atau terjadwal untuk sampah yg dapat dikompos, di daur ulang maupun residu. Sementara itu dunia usaha sudah mulai mendesain kemasan yang dapat didaur ulang dan tidak terbuang ke TPA maupun lingkungan,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah meluncurkan Program Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah pada tangal 15 September 2019 di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang berasal dari sejumlah Kementerian dan Lembaga, Organisasi Masyarakat, Komunitas, dan masyarakat umum.