nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah SD Dijadikan Budak Seks 2 Tahun, Orangtua Membolehkan karena Diancam Senpi

Selasa 08 Oktober 2019 15:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 519 2114322 bocah-sd-dijadikan-budak-seks-2-tahun-orangtua-membolehkan-karena-diancam-senpi-wdxkhDPGYl.jpg Ilustrasi

LUMAJANG - Seorang remaja putri berusia 14 tahun di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), disekap dan dijadikan budak seks selama dua tahun. Pelaku selalu mengancam akan membunuh korban bila dia bercerita ke orang-orang.

Korban berinisial UH, warga Desa Ranulonggong, Kecamatan Randuagung, dipaksa melayani nafsu seks pelaku, Yanto. Mirisnya, dia melakukan perbuatan tersebut sejak korban masih duduk di bangku sekolah SD.

Peristiwa ini berawal ketika pelaku Yanto memaksa UH tinggal satu rumah dengannya. Awal-awal orang tua korban menolak, namun karena ancaman akan dibunuh, mereka pun mengikuti kemauan tersangka.

Ilustrasi

"Korban dan orang tuanya takut. Sebab, pelaku bernama Yanto ini membawa senjata api rakitan dan mengancam akan membunuh. Akhirnya, dengan terpaksa menurut," kata Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban seperti dikutip iNews.id, Selasa (8/10/2019).

Arsal menjelaskan, kasus penyekapan ini terbongkar saat Tim Cobra Polres Lumajang melakukan patroli keliling kampung untuk mencegah kasus pencurian dengan kekerasan, atau curas.

Saat itulah, petugas tanpa sengaja bertemu dengan korban. Lantaran kesal dengan aksi pelaku selama dua tahun ini, dia pun membeberkan cerita penyekapan dan pemerkosaan terhadap dirinya.

Senpi untuk ancam korban

"Korban ini benar-benar takut, sehingga tidak berani melapor. Untung saja, ada tim patroli dan mengungkap fakta ini," ujar dia.

Mendapati laporan tersebut, kata Arsal, petugas langsung menggeledah kediaman Yanto. Polisi lantas mendapati senjata api rakitan tersebut. Sayangnya petugas gagal menangkap pelaku, karena dia sudah lebih dulu kabur.

"Kami sudah kantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini