Di hari yang sama, pada Rabu, sebuah manifesto tertulis muncul di daring di mana pelaku menerbitkan foto-foto dari senjata rakitan, bom pipa dan granat yang digunakan dalam serangan itu. Dia mengklaim awalnya berencana untuk menargetkan masjid atau pusat kebudayaan, di mana dia percaya "antifa" akan hadir.
Platform streaming video Twitch mengatakan bahwa siaran itu ditonton oleh sekira 2.200 orang sebelum dihapus 30 menit kemudian.
BACA JUGA: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya Melalui Livestream
Tindakan pelaku yang menyiarkan langsung aksi penembakan melalui live-streaming ini mirip dengan yang dilakukan oleh Brenton Tarrant, teroris yang menewaskan 50 orang dalam serangan ke sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru.
Serangan Tarrant yang disiarkan melalui platform Facebook itu memunculkan peniru-penirunya di beberapa bagian dunia, seperti di Inggris, Norwegia, bahkan Kota El Paso dan Poway di Amerika Serikat (AS). Para pelaku umumnya menyerang tempat-tempat ibadah dan keagamaan seperti masjid dan sinagoga.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.