nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiru Teroris Christchurch, Pelaku Serangan Sinagoga Jerman Siarkan Aksinya via Livestream

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 10:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 18 2115064 tiru-teroris-christchurch-pelaku-serangan-sinagoga-jerman-siarkan-aksinya-via-livestream-Lxwtc1J9Sv.jpg Foto: Reuters.

HALLE – Seorang pengikut neo-Nazi yang menewaskan sedikitnya dua orang dalam serangan ke sebuah sinagoga di Jerman menyiarkan aksinya di platform video streaming, Twitch. Video itu sempat ditonton sekira 2.200 orang sebelum akhirnya dihapus 30 menit kemudian.

Berbicara dalam bahasa Inggris, pelaku menyebut dirinya sebagai "anon" dan mengatakan dia adalah seorang yang tidak mempercayai terjadinya Holocaust.

"Feminisme adalah penyebab menurunnya angka kelahiran di Barat, yang bertindak sebagai kambing hitam bagi imigrasi massal, dan akar dari semua masalah ini adalah orang Yahudi," katanya, sambil memfilmkan dirinya di dalam mobil sebelum memulai serangan.

BACA JUGA: 2 Orang Tewas Imbas Penembakan Dekat Sinagoge di Jerman

Tayangan live-streaming selama 35 menit itu diverifikasi oleh Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi (ICSR) di King's College London setelah dibagikan secara online. Demikian dilaporkan Independent, Kamis (10/10/2019).

Polisi mengatakan setidaknya dua orang tewas dalam penembakan yang terjadi di Halle itu. Seorang korban tewas di luar sinagoga dan korban kedua di sebuah toko kebab di dekatnya. Sebuah penembakan terpisah dilaporkan terjadi di kota terdekat pada Rabu malam, 9 Oktober.

Foto: Reuters

Rekaman headcam menunjukkan penyerang menghabiskan beberapa menit berusaha untuk masuk ke sinagoga, dan berulangkali menyumpah dalam bahasa Jerman saat ia gagal masuk. Dia melepaskan tembakan ke sebuah gerbang di dinding sekelilingnya dan melemparkan granat rakitan ke pemakaman Yahudi yang bersebelahan dengan sinagoga.

Serangan itu terjadi selama Yom Kippur, sebuah festival keagamaan Yahudi di mana para penganutnya berpuasa dan berdoa untuk menebus dosa.

Siaran langsung itu juga memperlihatkan pelaku keluar dari mobilnya dan mendekati pintu pesanan restoran kebab, lalu melemparkan granat buatan sendiri ketika orang-orang di dalamnya berlari ke belakang.

Di hari yang sama, pada Rabu, sebuah manifesto tertulis muncul di daring di mana pelaku menerbitkan foto-foto dari senjata rakitan, bom pipa dan granat yang digunakan dalam serangan itu. Dia mengklaim awalnya berencana untuk menargetkan masjid atau pusat kebudayaan, di mana dia percaya "antifa" akan hadir.

Platform streaming video Twitch mengatakan bahwa siaran itu ditonton oleh sekira 2.200 orang sebelum dihapus 30 menit kemudian.

BACA JUGA: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya Melalui Livestream

Tindakan pelaku yang menyiarkan langsung aksi penembakan melalui live-streaming ini mirip dengan yang dilakukan oleh Brenton Tarrant, teroris yang menewaskan 50 orang dalam serangan ke sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Serangan Tarrant yang disiarkan melalui platform Facebook itu memunculkan peniru-penirunya di beberapa bagian dunia, seperti di Inggris, Norwegia, bahkan Kota El Paso dan Poway di Amerika Serikat (AS). Para pelaku umumnya menyerang tempat-tempat ibadah dan keagamaan seperti masjid dan sinagoga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini