nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggulangi Kasus Pengantin Pesanan, Ini Langkah yang Diambil Kemlu RI

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 13:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 18 2115166 tanggulangi-kasus-pengantin-pesanan-ini-langkah-yang-diambil-kemlu-ri-AKHNdlhjcb.jpg Wakil Dubes RI untuk RRT Listyowati. (Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti kasus pengantin pesanan (mail order bride) ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang kembali marak dalam beberapa waktu belakangan.

Baca juga: Menlu Retno Bahas Penyelesaian Masalah Pengantin Pesanan dengan China 

Ditemui di acara Diskusi Penanganan Kasus Pengantin Pesanan, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT Listyowati mengatakan saat ini Kedutaan Besar RI di Beijing tengah fokus memulangkan para perempuan warga negara Indonesia (WNI) korban kasus pengantin pesanan yang ditampung di Shelter KBRI Beijing.

Ilustrasi human trafficking. (Foto: Okezone)

"Shelter yang tadinya isinya 24 orang, yang terakhir (dipulangkan), kan 19 orang. Sudah berhasil kita kosongkan dengan bantuan berbagai pihak, termasuk pihak Tiongkok sendiri," jelas Listyowati, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: 14 WNI Korban Kasus Pengantin Pesanan Dipulangkan dari China 

Dia mengatakan berbagai langkah lain juga telah dilakukan dalam berbagai tingkat, termasuk pendekatan yang dilakukan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan rekannya Menlu RRT Wang Yi dan yang dilakukan oleh Dubes RI untuk RRT.

"Kemlu RRT memegang peran penting, karena untuk melalui kesepakatan harus melalui Kemlu. Karena itu, kita melakukan pendekatan secara diplomatik dengan pihak Kemlu dalam berbagai tingkatan," ujarnya.

Meski sejauh ini telah ada kemajuan yang dihasilkan dari kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengatasi kasus pengantin pesanan, Listyowati mengingatkan bahwa masalahnya belum selesai.

Baca juga: Menko Luhut dan Menristekdikti Lakukan Kunjungan ke China 

Pasalnya, pengantin pesanan seperti sebuah bisnis yang menguntungkan bagi pelakunya, terbukti dengan tren kasus ini yang berkembang.

"Kita juga mengedepankan aspek pencegahan. Yang sudah disampaikan Bu Menlu adalah memutus mata rantai dan melakukan langkah-langkah di hilir. Kita melakukan langkah pencegahan agar kasus-kasus seperti ini tidak terulang lagi."

Baca juga: PM China Istimewakan Kunjungan Menlu RI 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini