nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Pengantin Pesanan Ternyata Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 18 2115176 kasus-pengantin-pesanan-ternyata-tidak-hanya-terjadi-di-indonesia-vtPwUplQ35.jpg Ilustrasi korban pengantin pesanan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kasus pengantin pesanan (mail order bride) ke Tiongkok yang ramai diberitakan dalam beberapa waktu terakhir ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

"Yang umum diketahui dan dari beberapa sumber pemberitaan terbuka, beberapa negara ASEAN memang juga ada kasus pengantin pesanan ini," kata Wakil Duta Besar Indonesia untuk RRT Listyowati saat ditemui wartawan dalam acara Diskusi Penangananan Kasus Pengantin Pesanan di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Menlu Retno Bahas Penyelesaian Masalah Pengantin Pesanan dengan China 

Namun, tambah Listyowati, dalam beberapa contoh, kasus-kasus itu tidak dianggap sebagai pengantin pesanan, melainkan pernikahan lintas batas negara (transnational cross country marriage).

"Jadi seperti yang berbatasan dengan China itu kan Vietnam dan Myanmar, mereka bisa jalan-jalan lintas perbatasan. Jadi itu dianggap sebagai pernikahan lintas batas biasa, masalah rumah tangga, yang belum tentu menjadi sebuah kasus," jelas Listyowati.

"Intinya beda negara beda situasi."

Wakil Dubes RI untuk RRT Listyowati. (Foto: Rahman Asmardika/Okezone)

Perbedaan persepsi juga kadang terjadi antara petugas diplomatik Indonesia dengan penegakan hukum di China mengenai kasus pengantin pesanan, di mana pihak Indonesia memandangnya sebagai tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sementara terkadang otoritas Tiongkok menganggap kasus itu sebagai masalah rumah tangga biasa.

Baca juga: Tanggulangi Kasus Pengantin Pesanan, Ini Langkah yang Diambil Kemlu RI 

"Sejauh ini yang kita tahu pihak mereka (Tiongkok) ingin melakukan pendalaman terlebih dahulu, karena persepektifnya berbeda. Bagi mereka ini masalah rumah tangga biasa, sementara bagi kita proses dari sini (Indonesia) saja sudah terindikasi TPPO, berarti ada yang tidak beres."

"Namun karena kita melakukan banyak pertemuan, kita selalu tekankan persepsi kita juga, pandangan kita mengenai kasus (pengantin pesanan)."

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini