Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Suriah

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2019 |15:45 WIB
Turki Luncurkan Serangan Darat dan Udara ke Suriah
Militer Turki. (Foto/Reuters)
A
A
A

ALEPPO - Turki telah meluncurkan serangan darat di Suriah utara, setelah beberapa jam sebelumnya pesawat tempur dan artileri-nya mulai menghantam wilayah yang dikuasai pasukan Kurdi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi itu untuk menciptakan "zona aman" dari milisi Kurdi.

Pasukan pimpinan Kurdi yang merupakan sekutu kunci AS saat melawan kelompok teroris Negara Islam (IS) berjanji untuk melawan.

Serangan itu diluncurkan hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump menarik pasukan AS dari daerah perbatasan Suriah, sebuah keputusan yang dikritik di dalam dan luar negeri.

Kurdi menjaga ribuan kombatan IS dan kerabat mereka di penjara dan kamp di daerah-daerah di bawah kendali mereka. Tidak jelas apakah mereka akan terus melakukannya jika pertempuran pecah.

Dalam pernyataan sebelumnya, Trump yang telah mengancam akan melenyapkan ekonomi Turki jika melampaui batas, menyebut AS tidak mendukung serangan ini, dan mengatakan operasi itu "ide buruk".

Di Twitter, Erdogan mengatakan misi tersebut "adalah untuk mencegah terciptanya koridor teror di perbatasan selatan kami, dan untuk membawa perdamaian ke daerah". Dia bersumpah untuk "menjaga integritas wilayah Suriah dan membebaskan komunitas lokal dari teroris."

Turki menganggap milisi YPG Kurdi, kekuatan dominan di Pasukan Demokratik Suriah (SDF) - perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang, yang telah memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki selama tiga dekade.

Pada Rabu malam, kementerian pertahanan Turki mengatakan pasukan Turki dan sekutu pemberontak Suriah telah memasuki wilayah "timur Sungai Eufrat". Sebuah kelompok pro-Turki mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa serangan telah dimulai di Tal Abyad, sebuah wilayah di bawah kendali YPG.

Tetapi juru bicara SDF, Mustafa Bali mengatakan pasukan mereka telah memukul mundur serangan darat.

Pemerintah Turki berencana untuk mengirim dua juta dari 3,6 juta pengungsi Suriah yang tinggal di tanahnya ke "zona aman". Serangan itu dapat menggusur 300.000 orang yang tinggal di daerah itu, kata Komite Penyelamatan Internasional.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement