Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wiranto Ditusuk, saatnya Mengedukasi Orang yang Terpapar Paham Radikal

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2019 |20:40 WIB
Wiranto Ditusuk, saatnya Mengedukasi Orang yang Terpapar Paham Radikal
Wiranto ditusuk saat mengunjungi Pandeglang (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto adalah tindakan biadab terhadap institusi negara. Hal tersebut diutarakan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru, Kamis (10/10/2019).

Sebagai Menkopolhukam, kata dia, Wiranto bisa dipandang sebagai figur yang merepresentasikan institusi negara.

“Itu artinya paham radikal sudah amat sangat serius merusak Pancasila. Saatnya sekarang Pemerintah tegas menggebuk serta mengedukasi orang yang terpapar paham radikal,” tegas pria yang akrab disapa Gus Falah itu, Kamis (10/10/2019).

Wiranto ditusuk saat menyambangi Pandeglang (Foto : istimewa)

Gus Falah khawatir penyerangan terhadap Wiranto disusul penyerangan pada institusi negara yang lainnya. “Penyerangan kepada Pak Wiranto adalah bentuk kebiadaban,” ujarnya.

Gus Falah yang juga politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, sudah waktunya pemerintah memberikan pemahaman Pancasila secara lebih masif. “Selain itu, penyebaran hoaks harus bisa disetop dengan cepat oleh Kemenkominfo,” tegasnya.

Baca Juga : Menag Lukman Doakan Wiranto Segera Pulih

Sebelumnya, Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto mengatakan saat ini mantan Panglima ABRI itu sedang menjalani operasi usai mendapat luka tusukan di bagian perutnya.

Terawan mengatan Wiranto akan dioperasi selama dua jam oleh tim dokter RSPAD Gatot Subroto.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement