Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penggunaan Pisau dalam Penyerangan Wiranto Menunjukkan Perubahan Pola Teroris

Penggunaan Pisau dalam Penyerangan Wiranto Menunjukkan Perubahan Pola Teroris
Menko Polhukam Wiranto sebelum menjadi korban penusukan. (Foto: Ist)
A
A
A

Wiranto berada di Pandeglang untuk meresmikan Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla'ul Anwar. Berdasarkan kronologi yang dipaparkan Brigjen Dedi Prasetyo, serangan terhadap Wiranto terjadi usai seremonial tersebut.

Saat itu Wiranto dan rombongan pejabat setempat baru saja tiba di Alun-Alun Kecamatan Menes. Tidak lama berselang, dua penyerang mendekat dan berusaha melukai Wiranto.

Selain Wiranto, penyerang juga disebut melukai Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, seorang ajudan Danrem, dan pengurus Mathlaul Anwar bernama Fuad Syauqi.

"Dari hasil pemeriksaan sementara kita sudah bisa menganalisis (bahwa penyerang terpapar ISIS)," kata Dedi.

"Kami sedang mendalami tentang jejaring mereka, apakah termasuk jaringan yang terstruktur atau hanya terpapar paham radikalisme saja," ucapnya.

Lokasi penusukan Wiranto. (Foto: BBC Indonesia)

Setelah kejadian, Wiranto yang terluka di bagian perut sempat dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang. Kemudian ia dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta menggunakan helikopter.

Sejumlah pejabat negara menjenguk Wiranto di rumah sakit milik TNI Angkatan Darat itu, termasuk Presiden Joko Widodo. Kepala Negara mengatakan Wiranto menjalani operasi begitu tiba di RSPAD.

Dalam sesi jumpa pers, Jokowi meminta aparat keamanan mengusut tuntas peristiwa ini. "Saya juga perintahkan kepada Kapolri, Kepala BIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku dan seluruh jaringan yang terkait peristiwa tadi siang," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement