Menurut Boni, partai-partai yang masih mengandalkan simbol agama sebagai alat mobilisasi politik mesti didorong untuk memiliki komitmen yang lebih besar dalam melawan terorisme. Karena selama ini hanya beberapa partai yang konsisten dan tegas melawan terorisme seperti PDIP, PKB, termasuk Golkar.
"Partai lain harus lebih serius. Bagaimana caranya? Mulai dari rekrutmen calon kepala daerah atau calon wakil rakyat, harus ada screening ideologi supaya yang terpapar radikalisme tidak ikut masuk menguasai ruang kekuasaan," tegas Boni.
Bahkan, Boni menyorot dipemerintahan sebelum Presiden Jokowi lantaran kurang kritis terhadap terorisme, sehingga banyak kader radikal yang dibiarkan masuk Pemda, DPRD, BUMN, birokrasi, dan lembaga negara lainnya.
"Apa yang terjadi sekarang adalah konsekuensi dari keteledoran di masa lalu," tegas dia.
Baca juga: Surya Paloh: Jika Wiranto Telat Dibawa ke RSPAD, Sejarah Bisa Berbeda