Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kanaruddin Amin menambahkan, rangkaian peringatan Hari Santri 2019 ini bukan untuk santri sendiri, tetapi menabalkan prinsip Islam moderat.
"Santri tidak hanya kuat dalam religiusitas, tetapi juga hebat dalam rasa nasionalisme," katanya, "Untuk menjaga hal itu, negara perlu hadir, menjaga, dan memupuknya."
Baca juga: Hari Santri 2019, Menag Usung Tema 'Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia'
Parade Santri Cinta Damai ini dihadiri 5.000 santri dari berbagai daerah. Selain acara panggung diserai parade santri di arena CFD, ada juga pengibaran bendera merah putih sepanjang 740 meter.

Setelah seremoni, pengunjung mendapat tausiah dari KH Miftah Maulana Habiburahman dan panggung salawat.
Baca juga: Peringati Hari Santri, Menag Bersyukur UU Pesantren Disahkan
Hari Santri ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Parade hari santri diinisiasi oleh Kementerian Agama untuk meneguhkan posisi kaum santri di garda terdepan menyuarakan perdamaian di tengah maraknya pertikaian, konflik, dan peperangan di berbagai belahan dunia.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.