nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Salah Tangkap, Pria Ini Dapat Rp65 Miliar Usai Dipenjara 19 Tahun

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 16:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116655 polisi-salah-tangkap-pria-ini-dapat-rp65-miliar-usai-dipenjara-19-tahun-ZG3J02f1u0.jpg David Eastman dipenjara karena polisi salah tangkap. (Foto: AAP/BBC)

CANBERRA - Seorang pria yang dipenjara selama 19 tahun atas kasus pembunuhan seorang polisi senior Australia telah menerima kompensasi sebesar AUD7 juta (sekira Rp65 Miliar).

David Eastman menerima hukuman seumur hidup pada 1995 karena dituduh membunuh Colin Winchester, seorang asisten komisioner Polisi Federal Australia, enam tahun sebelumnya.

Dia kemudian dibebaskan setelah pengadilan memutuskan bahwa dia memiliki persidangan yang tidak adil. Dia dibebaskan dalam sidang kedua tahun lalu.

Pembunuhan Winchester masih belum terpecahkan hingga saat ini.

Pembunuhannya mengguncang hukum, politik dan memicu salah satu investigasi kriminal terbesar Australia.

Baca juga: Semakin Banyak Perempuan Australia Gunakan Jasa Pekerja Seks

Baca juga: Ditembak 5 Kali, Burung Kakaktua Selamat dari Masa Kritis

Eastman (74) sebelumnya telah menolak tawaran kompensasi AUD3,8 juta (sekira RP 36 miliar) dari pemerintah Wilayah Ibu Kota Australia (ACT), Canberra.

Dalam persidangan sebelumnya, Mahkamah Agung ACT mendengar bahwa Eastman kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan karier karena ia dipenjara. Ibu dan dua adik lelakinya juga telah meninggal pada saat itu.

"Dia telah kehilangan sebagian besar hidupnya," kata pengacaranya, Sam Tierney, di luar Mahkamah Agung ACT, mengutip BBC, Senin (14/10/2019).

Pertempuran panjang untuk kebebasan

Winchester ditembak dua kali di kepala di luar rumah keluarganya di Canberra. Dia menjadi perwira polisi paling senior yang dibunuh di Australia.

Eastman, yang saat itu adalah pegawai negeri, diidentifikasi sejak awal sebagai tersangka karena ia diduga mengirim ancaman kepada polisi atas penanganan masalah pidana sebelumnya.

Setelah dipenjara, Eastman menghabiskan 19 tahun untuk memperjuangkan hukumannya, meluncurkan permohonan banding pada tahun 1999, 2000, 2001, 2005 dan 2008, yang semuanya ditolak.

Baca juga: Jangan Minum Sambil Nyetir di Brisbane Australia, Melanggar Bisa Ditilang Rp1,7 Juta

Tetapi ia berhasil menyatakan akan dibebaskan pada tahun 2014 setelah penyelidikan pengadilan memutuskan bahwa ia telah mengalami "keguguran keadilan yang substansial" karena kesalahan dalam bukti polisi yang digunakan dalam persidangannya.

Persidangan kedua yang diadakan tahun lalu, yang melibatkan lebih dari 100 saksi, membuat Eastman dibebaskan.

Dia meluncurkan klaim kompensasinya tak lama setelah itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini