Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wiranto Ditusuk, Ketum PBNU: Indonesia Darurat Radikalisme

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Selasa, 15 Oktober 2019 |14:21 WIB
Wiranto Ditusuk, Ketum PBNU: Indonesia Darurat Radikalisme
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj mengatakan, insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten menandakan Indonesia sudah darurat gerakan radikalisme.

"(Perkembangan radikalisme di Indonesia), sudah darurat," ujar Said Aqil usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, pemerintah harus segara merancang regulasi pencegahan dan pendeteksian untuk menindak para kelompok radikalisme tanpa menunggu harus ada kejadian terlebih dahulu.

"Harus segera ada payung hukum bagaimana bisa menindak dengan fakta-fakat tertentu yang sudah dicurigai harus bisa ditangkap sebelum berbuat. Bukan kayak maling ayam kalau sudah mencuri baru ditangkap," ujarnya.

Baca Juga: Pengamat: Usai Tusuk Wiranto, Teroris Anggap Indonesia "Negara Laba-Laba"

Wiranto ditusuk terduga teroris

Saat ditanya, upaya apa yang akan dilakukan PBNU terhadap gerakan radikalisme yang dianggap sudah darurat. Said mengaku pihaknya hanya mensosialisasikan bahwa ajaran agama Islam sangat bertentangan dengan aksi-aksi kelompok radikal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement