nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikan Gabus Bisa Bertahan 3 Hari di Darat Bikin Repot Pemerintah AS

Selasa 22 Oktober 2019 19:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 22 18 2120368 ikan-gabus-bisa-bertahan-3-hari-di-darat-bikin-repot-pemerintah-as-dHS7LPoIXh.jpg Ikan gabus yang bikin repot pemerintah AS. (Foto: Departemen Sumber Daya Alam AS/BBC)

GEORGIA - Departemen Sumber Daya Alam (DNP) di negara bagian Georgia, Amerika Serikat menyerukan kepada warga untuk segera membunuh ikan gabus jika berhasil ikan tersebut.

"Jika Anda menangkap ikan gabus utara, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah membunuhnya dan membekukannya. Jangan lepaskan. Ingat, ikan ini bisa bertahan hidup di darat," begitu seruan DNP mengutip BBC, Selasa (22/10/2019).

Georgia yang merupakan negara bagian ke-15 sedang mewaspadai ikan gabus yang rakus ini.

Ikan gabus utara (Channa argus), adalah ikan pemangsa rakus berbadan tipis dengan kepala datar.

10.000 telur per tahun

Ikan gabus ini memakan apa saja dalam jangkauannya, termasuk sesama ikan, katak, dan kepiting.

Foto/BBC

Panjangnya bisa mencapai 80 cm, serta bisa bernapas, dan "berjalan" di darat. Kemampuan ini bisa membuatnya pindah dari satu perairan ke yang lain.

Baca juga: Wanita yang Hidup Bareng 320 Tikus Minta Bantuan

Baca juga: Wanita Ini Diburu Polisi karena Joget di Kandang Singa

Sekali ikan itu tiba di sebuah perairan, populasinya sulit diberantas karena yang betina bisa bertelur 10.000 telur setahun.

Asal usul penyebaran

Spesies ikan gabus ini berasal dari China, Rusia, dan semenanjung Korea. Keberadaannya di AS dideteksi lebih dari 10 tahun lalu. Sejauh ini ada empat spesies ikan gabus di AS.

Pihak berwenang menduga, penyebaran dimulai ketika ikan ini dilepaskan dengan sengaja di perairan oleh orang yang membelinya sebagai peliharaan.

Ikan ini juga ditemukan di alam liar di beberapa negara bagian Florida, New York, Virginia, California, Massachusetts, dan Maryland.

Temuan pertama di Maryland tahun 2002 cukup mengkhawatirkan karena ikan yang ditemukan adalah anaknya, tanda bahwa spesies ini beranak pinak dengan sukses di alam liar.

Pertolongan masyarakat

Pihak berwenang di Georgia mengumumkan peringatan tanggal 8 Oktober sesudah seorang nelayan memastikan menangkap seekor ikan gabus ini di negara bagian itu.

Dalam seruannya, DNP meminta masyarakat agar ingat bahwa ikan ini bisa bertahan hidup di darat, serta memotret ikan ini dan mencatat di mana si ikan ditangkap.

"Memang jalannya panjang, tapi mungkin saja kita bisa menangkap mereka semua sehingga mereka tidak menetap, kata Scott Robinson, pejabat di DNP Georgia.

"Lalu kami akan terus memantau kawasan itu dan daerah hilirnya."

Bagaimana caranya bertahan hidup di darat?

Martin Genner, profesor bidang ekologi evolusioner dan biologi perairan di University of Bristol, Inggris, menjelaskan bagaimana cara ikan gabus ini bertahan di daratan.

"Di habitat asal mereka di Asia, ikan ini hidup di rawa dengan kandungan oksigen rendah, semisal sawah dan hutan rawa," kata Genner.

"Ikan yang hidup di tempat seperti itu punya cara adaptasi untuk bertahan, yaitu dengan memaksimalkan pemasukan oksigen mereka dari lingkungannya."

Udara tambahan

Kata Genner, spesies ini berevolusi mengembangkan ruang udara di belakang insang yang disebut ruang suprabranchial.

Normalnya, ikan bernapas dengan insang dan oksigen keluar masuk lewat situ.

"Namun ikan gabus ini bisa muncul ke permukaan, mengambil udara dan menyelam lagi ke dasar dengan menggunakan oksigen di ruang khusus itu," kata Genner.

Menurut Genner, ikan gabus bukan satu-satunya ikan yang bisa bernapas di darat. "Ikan lele juga memiliki ruang suprabranchial," kata Genner.

Spesies lain bisa bernapas di luar air karena memiliki paru-paru yang mirip manusia. "Paru-paru mereka tidak menarik dan mengeluarkan napas, tapi bisa mengambil udara untuk digunakan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah," katanya.

Ikan lain seperti gurame memiliki paru-paru yang mirip labirin, yang berfungsi seperti paru-paru. Gurame bisa memanjat dan berpindah tempat di daratan dalam jarak pendek.

Pesaing tangguh

Daya tahan ikan gabus ini juga menjelaskan kenapa pihak berwenang di Georgia menyerukan agar orang membersihkan pakaian, peralatan, perahu atau bahkan anjing mereka yang sempat terkena air.

Rakusnya ikan gabus ini juga bisa mempengaruhi persediaan makanan bagi spesies lain.

Kemampuannya bertahan hidup di perairan rendah oksigen membuat ikan ini unggul dibanding spesies lain seperti ikan forel dan bass, yang butuh lebih banyak oksigen untuk berkembang.

Tak mengejutkan jika ikan gabus ini punya reputasi cukup seram. Pada kanal dokumenter National Geographic ia dijuluki "Fishzilla" yang merujuk pada monster khayalalan, Godzilla.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini