Disdik DKI berjanji menelusuri siapa yang menginput pembelian lem senilai Rp82,8 miliar tersebut. "Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat 25 Oktober 2019 malam,” ujar dia.
Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengkritisi adanya alokasi anggaran Rp82,8 miliar untuk pembelian lem aibon dalam KUA-PPAS 2020 yang diajukan Disdik DKI. Dia menilai ada keanehan di situ.
“Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya,” kata dia melalui akun Twitter @willsarana.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.