Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Panggil Dua Kepala Dinas Pemkab Bogor

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Jum'at, 01 November 2019 |11:06 WIB
KPK Panggil Dua Kepala Dinas Pemkab Bogor
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua Kepala Dinas (Kadis) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Keduanya yakni, Kadis Komunikasi dan Informasi, Wawan Munawar Sidik serta Kadis Kebersihan Pertamanan, Subaweh.

Keduanya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan penerimaan ‎gratifikasi dan pemotongan uang oleh mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY).

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2019).‎

Baca Juga: Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Diperiksa KPK sebagai Tersangka 

Rachmat Yasin

Sebelumnya, KPK kembali menetapkan mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin sebagai tersangka korupsi. Rachmat Yasin diduga memotong uang pembayaran dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan menerima sejumlah gratifikasi.

Rachmat Yasin diduga menerima uang sebesar Rp8,9 miliar dari hasil memotong anggaran atau bayaran bawahannya.‎ Uang itu diduga digunakan Rachmat Yasin untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2013-2014.

Selain itu, Rachmat Yasin juga diduga menerima sejumlah gratifikasi selama menjabat Bupati Bogor. Adapun, gratifikasi yang diterima Rachmat Yasin berupa ‎tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan Mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta.

Atas perbuatannya, Rachmat Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Diketahui, Rachmat Yasin baru saja bebas dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah menjalani masa tahanannya selama 5,5 tahun. Sebelumnya, Rachmat Yasin dijerat terkait perkara suap izin fungsi lahan.

Selain Rachmat, KPK juga menjerat pihak swasta, FX Yohan Yap, Kadis Pertanian dan Kehutanan Bogor, M Zairin, dan Presiden Direktur (Presdir) PT Sentul City, Kwe Cahyadi ‎Kumala dalam perkara suap izin fungsi lahan hutan.

Penetapan tersangka Rachmat Yasin terkait suap pemotongan anggaran SKPD dan penerimaan gratifikasi merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya.

Baca Juga: Rachmat Yasin Diduga Terima Gratifikasi Tanah 20 Ha dan 1 Unit Mobil Vellfire

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement