PONTIANAK - Eugene Yohanes Palaunsoeka, salah satu anak sejarahwan dan tokoh mnasyarakat adat Dayak Palaunsoke, menjelaskan bahwa masyarakat adat dayak jika tidak mendapatkan tekanan maka tidak akan melakukan perlawanan.
Hal tersebut karena tipe masyarakat Dayak yang bersifat egaliter dan permisif, bahkan saat awal kedatangan Belanda di Indonesia, mereka pun justru menyambut baik.
“Apalagi masyarakat yang berinteraksi tidak menekan dan bahkan jika ada timbal balik seperti yang dilakukan zaman Belanda di awal kedatangan di masa Panembahan, masyarakat Dayak tidak pernah mempermasalahkan. Namun ketika mereka ditekan maka pergerakan dilakukan karena merasa Jepang dan Belanda datang sudah dengan cara yang tidak baik,” ungkapnya kepada Okezone.

Menurutnya, perlawanan yang dilakukan masyarakat Dayak pada masa penjajahan, ibarat semut, jika diinjak maka akan menggigit.
“Apalagi manusia, jadi selama harkat hidup mereka diganggu termasuk hak dirampas dan adat istiadat diganggu maka mereka melakukan perlawanan dengan peperangan,” jelasnya.
Kearifan lokal yang masih dipertahankan seperti siklus dari orang lahir hingga orang meninggal, dijelaskannya masih dipertahankan oleh orang Dayak.
“Sebenarnya tergantung bagaimana kelompok masyarakat dayaknya karena masih ada beberapa kelompok masyarakat Dayak yang mempertahankan idealisme mereka tentang budaya nenek moyang. Ada yang semenjak mengenal agama mereka mulai meninggalkan budaya secara perlahan dan mereka mulai mengadakan kulturasi atau penyesuaian dengan kondisi saat ini,” paparnya.
Kepada generasi muda yang ada, seniman Kalbar ini berpesan bahwa kearifan lokal merupakan warisan turun menurun sehingga ada hal yang bisa diterapkan dan terus dilestarikan dan dipelihara.
“Karena hal seperti ini bagi mereka sepele dan kuno namun bagi orang luar budaya dayak sangat menarik untuk dipelajari dan dicari,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.