Presiden Jokowi Sampaikan Pandangannya Bagi Pemulihan Rakhine di Pleno KTT ASEAN

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 03 November 2019 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 03 18 2125130 presiden-jokowi-sampaikan-pandangannya-bagi-pemulihan-rakhine-di-pleno-ktt-asean-ov3ehAGYUH.jpg Foto: Reuters.

BANGKOK – Pemulihan situasi dan keamanan di Provinsi Rakhine (Rakhine State), Myanmar menjadi perhatian Indonesia. Isu itu kembali diangkat oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam Pleno KTT ke-35 ASEAN yang digelar pada Sabtu, 2 November di Bangkok, Thailand, dengan harapan situasi di sana dapat mengalami kemajuan yang berarti.

"Saya yakin kita semua mengharapkan agar situasi di Rakhine State dapat segera kembali normal," ujar Presiden kepada para pemimpin negara-negara ASEAN.

BACA JUGA: Kunjungi Kamp Pengungsi di Cox's Bazar, Presiden Jokowi Disambut Warga Setempat

Upaya repatriasi secara sukarela, aman, dan bermartabat bagi para pengungsi di Provinsi Rakhine yang didorong oleh para pemimpin ASEAN untuk terus dilakukan. Para pemimpin ASEAN juga sepakat untuk berkontribusi dalam mendukung upaya tersebut.

Dalam keterangannya di Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden Jokowi menawarkan saran dan pandangan bagi penyelesaian isu kawasan tersebut saat berbicara di sesi Pleno KTT ASEAN. Pertama, Presiden Jokowi memandang perlu diteruskannya dialog dengan para perwakilan pengungsi yang saat ini berada di Cox’s Bazar.

"Karena dengan dialog dan komunikasi maka akan muncul trust. Dan trust ini akan sangat besar artinya bagi persiapan repatriasi yang sukarela, aman, dan bermartabat," tutur Retno.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Bahas Krisis Rakhine dan Kunjungi Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Kedua, sebagai bagian dari upaya penanganan, Indonesia sepenuhnya mendukung usulan untuk mendirikan satuan tugas (task force) ad-hoc di Sekretariat ASEAN yang fokus memantau pelaksanaan rekomendasi tim Preliminary Needs Assessment (PNA). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia juga siap untuk berkontribusi agar satuan tugas ad-hoc dapat segera terbentuk dan bekerja.

"Para pemimpin ASEAN sudah menyepakati akan dilakukan pendirian ad-hoc task force di Sekretariat ASEAN dan Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk memberikan kontribusi agar satuan tugas tersebut dapat segera terbentuk", ucapnya.

Adapun yang ketiga, Indonesia mengharapkan agar prioritas proyek dan kegiatan-kegiatan sebagai implementasi rekomendasi PNA yang telah disepakati dalam "2nd Technical Working Group" antara ASEAN dan Myanmar pada Oktober lalu, dapat segera dijalankan.

"Untuk mendorong implementasi prioritas proyek dan kegiatan, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia juga siap memberikan konstribusi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini