NEW DELHI – Perusahaan keamanan siber Korea Selatan mengklaim bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kudankulam (KKNPP) di Negara Bagian Tamil Nadu selatan India diserang oleh malware “DTrack” dari Korea Utara dalam upaya untuk mendapatkan informasi internal tentang "tenaga nuklir berbasis thorium".
Terletak di Teluk Bengal di Distrik Tirunelveli di Negara Bagian Tamil Nadu, pembangkit listrik itu adalah satu-satunya stasiun tenaga nuklir terbesar di India.
Dalam analisisnya, IssueMake Labs yang berbasis di Seoul juga menyatakan bahwa bersama dengan pembangkit listrik tersebut, ilmuwan nuklir senior India termasuk mantan Ketua Komisi Energi Atom India, Anil Kakodkar dan mantan Ketua Dewan Pengatur Energi Atom, SA Bhardwaj - juga menjadi target oleh para peretas. Demikian diwartakan Sputnik, Selasa (5/11/2019).
Merespons spekulasi seputar rumor serangan malware, pada 29 Oktober, KKNPP mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa sistem kontrol pabrik tidak terhubung ke jaringan siber di luar batasnya.
We have confirmed that one of the hackers who attacked India's nuclear energy sector is using a North Korean self-branded computer produced and used only in the North Korea. And the IP used by one of the hackers was from Pyongyang, North Korea. This is more valuable than malware. pic.twitter.com/xqusmMWWY7
— IssueMakersLab (@issuemakerslab) November 4, 2019
Namun, hanya sehari setelah menyangkal serangan siber, pada 30 Oktober, Perusahaan Energi Nuklir India (NPCI) mengakui bahwa sistem mereka, pada kenyataannya, terinfeksi oleh malware asing.
Para ahli juga menuduh bahwa peretas Korea Utara terus berupaya melanggar fasilitas nuklir dan akun ilmuwan nuklir terkemuka untuk memperoleh informasi rahasia tenaga nuklir dari India.
Also, the DPRK hackers sent email containing malware to the chairman(not now *ex-*) of the Atomic Energy Regulatory Board(AERB) of India. And he was the Technical Director of Nuclear Power Corporation of India Limited(NPCIL). He's an expert on the AHWR reactor (thorium-based). pic.twitter.com/5BjlGenPhr
— IssueMakersLab (@issuemakerslab) November 2, 2019
Pakar keamanan siber India Pukhraj Singh, yang pertama kali memperingatkan akan serangan siber di KKNPP mengatakan bahwa insiden semacam itu menyoroti kurangnya strategi pencegahan India.
Di Twitter, Singh menunjukkan bahwa serangan siber itu tidak merusak karena para pelaku tidak menjadi agresif dan menambahkan: "Kami bergantung pada belas kasihan mereka".
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.