"Dalam hal aktor maupun pola pelanggaran, bisa dan memang lebih hampir selalu terjadi lebih dari satu pelanggaran hak asasi manusia. Hal tersebut semakin meyakinkan, pada dasarnya hak asasi manusia pada hakikatnya ialah saling terhubung. Begitu pula aktor pelanggar, dalam banyak kasus pelakunya lebif dari satu institusi kelompok orang ," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, LSI merilis hasil survei tentang modal dan tantangan kebebasan sipil, intoleransi, dan demokrasi di awal periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Ditemukan ada kecenderungan memburuknya kebebasan sipil.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, publik yang menganggap bahwa sekarang masyarakat takut bicara politik semakin banyak, yakni 43%. Jumlah ini meningkat tajam dibanding 2014 yang hanya 17%.