nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kamboja Minta Indonesia Tangkap Pimpinan Oposisi Mu Sochua

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 21:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 18 2126670 kamboja-minta-indonesia-tangkap-pimpinan-oposisi-mu-sochua-U1D2N9tbAb.jpg Ilustrasi Foto/Reuters

JAKARTA – Kamboja meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap Mu Sochua wakil presiden Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang juga pemimpin oposisi.

Menurut pernyataan resmi Kedutaan Besar Kamboja untuk Indonesia, Rabu (6/11/2019), Partai CNRP telah dibubarkan oleh Mahkamah Agung Kamboja pada 16 November 2019, dan menjadi partai terlarang.

Namun Mu Sochua menjadi salah satu pembicara dalam sebuah acara di Hotel Luwansa, Jakarta pada hari ini.

Pemerintah Kamboja memberikan status Mu Sochua sebagai buron dan ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kota Phnom Penh pada 2 Oktober untuk “Kejahatan Serangan” terhadap pemerintah terpilih yang sah.

“Sangat disayangkan bahwa Indonesia, sesama negara anggota ASEAN, mengizinkan Mu Sochua masuk di Indonesia meskipun ada surat perintah penangkapan dan melakukan tindakan anti kegiatan pemerintah Kamboja di Jakarta,” isi pernyataan tersebut.

Isi pernyataan juga menjelaskan bahwa Indonesia dan Kamboja telah menjalin hubungan selama 60 tahun terakhir. “Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta meminta pihak berwenang Indonesia untuk menangkap Mu Sochua dan mendeportasinya ke Kamboja segera dalam semangat sejati ASEAN.”

Dalam rilis itu dijelaskan bahwa Mu Sochua memilih menghindar dari masalah hukum di negaranya serta tinggal di Amerika Serikat.

Pemerintah Kerajaan Kamboja telah mengirim permintaan kepada semua negara anggota ASEAN agar menangkap dan mendeportasi Mu Sochua ke Kamboja jika dia tiba di negara mereka.

Salah satunya, pemerintah Thailand mendeportasi Mu Sochua pada 20 Oktober ke Kuala Lumpur ketika dia tiba di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok.

Pada 5 November 2019, otoritas Malaysia telah menahan dua aktivis Kamboja ketika sedang mencoba naik pesawat ke Bangkok. Mereka adalah pendukung partai Mu Sochua.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini