Bergabung menjadi anggota Potensi SAR, diakui dia, tidak mengganggu kerjaan utamanya sebagai anggota Satpol PP. "Tidak. Saya senang ketika ada yang memerlukan Potensi SAR. Namun saya tetap selesaikan kerjaan utama saya dahulu," ujarnya.
Pada simulasi Operasi SAR di Sungai Kapuas kemarin, Wiro menjadi pusat perhatian dari berbagai unsur yang hadir dalam kegiatan tahunan tersebut. Karena, name tag bertulisan Wiro Sableng itu terpampang jelas di dada kanannya. "Benar, ini benar nama saya. Bukan bohong-bohong," tegasnya lagi.
Wiro, merupakan satu dari 29 anggota Potensi SAR dari Sintang yang mengikuti simulasi tersebut. Ia mengaku terus fokus mengikuti sulimulasi ini agar bisa memantapkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan operasi SAR sesungguhnya. "Saya terus belajar, karena baru sekali evakuasi korban tenggelam di Kabupaten Sanggau," tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika mengatakan bahwa dalam simulasi operasi SAR ini seolah-olah Kapal Yacth Morning Star dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Sitinjan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (6/11/2019) pagi.
Sepuluh warga negara asing (WNA) yang ada di dalamnya ikut tenggelam. Sembilan WNA selamat, dan satu WNA meninggal dunia katena tenggelam. "Nama kapal itu fiktif. Yang memerankan WNA pun adalah teman-teman dari Potensi SAR," kata Hery.
Kemudian, sambung Hery, simulasi ini dimulai dengan tahapan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mendapat informasi adanya sepuluh WNA yang butuh pertolongan.
Tim SAR dibantu Potensi SAR yang ada dari berbagai unsur dikerahkan lengkap dengan peralatan dan armada. Seperti Rescue Boat 214 Pontianak, speedboat dan perahu karet. Hasil penyisiran, sembilan penumpang yang sempat terombang-ambing di perairan tersebut dapat diselamatkan. Sementara satu penumpang lainnya ditemukan tewas karena tengggelam.

Hery menambahkan, tahapan demi tahapan yang dilalui sehingga berhasil menemukan sepuluh korban tenggelam ini merupakan bagian dari simulasi. "Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah simulasi penanganan operasi SAR terkait kecelakaan kapal. Nah kita ilustrasikan bahwa terjadi kecelakaan terjadap Kapal Yacth Morning Star. Kapal itu mengalami kandas dan terjadi bocor sehingga tenggelam," jelas Hery.
Dalam skenario simulasi ini, kata Hery, penumpang di atas kapal yang tenggelam itu ada sepuluh WNA. Mereka, sambungnya, perlu penanganan khusus untuk segera dievakuasi dan selamatkan. "Maka dari itu kami dari unsur Basarnas serta unsur Potensi SAR baik itu TNI, Polri, Pemda serta lainnya bergabung menjadi satu tim untuk melaksanakan operasi penyelamatan kapal ini," tuturnya.