nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ratu Kecantikan Iran Tinggal di Bandara: Rambut Saya Rontok, Mental Saya Sakit

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 09:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 08 18 2127527 kisah-ratu-kecantikan-iran-tinggal-di-bandara-rambut-saya-rontok-mental-saya-sakit-thMB90Jlh0.jpg Ratu kecantikan Iran, Bahareh Zare Bahari. (Foto: Instagram/Daily Mail)

MANILA - Seorang ratu kecantikan asal Iran yang telah ditahan di bandara Ninoy Aquino Manila, Filipina sejak 17 Oktober saat mencari suaka di Filipina mencurahkan hatinya soal ketakutannya kembali ke negaranya hingga masalah gangguan mental.

"Saya tidak dalam kondisi baik," kata Bahareh Zare Bahari (31) mengutip The Guardian. “Rambut saya mulai rontok, dan dalam kondisi buruk karena stres. Kadang-kadang secara mental saya sakit. "

"Aku tidak punya privasi di sini," tambahnya, "karena tidak ada pintu di kamar, jadi aku selalu khawatir ketika aku ingin mengganti pakaianku."

Bahari terjebak di bandara Manila sejak Iran mengeluarkan peringatan merah atau red notice Interpol, mengklaim ratu kecantikan itu telah menyerang seorang warga Iran di Filipina.

Foto/Daily Mail

Dia telah mengatakan kepada The Telegraph via Fox News, bahwa tuduhan itu adalah "kebohongan besar," dan pemerintah Iran mengejarnya karena aktivisme politiknya dan advokasi untuk hak-hak perempuan.

Seorang pejabat Filipina mengatakan pihak berwenang tidak mengetahui dugaan serangan itu.

"Satu-satunya alasan dia ditahan di bandara - dan kami benar-benar tidak menyebutnya penahanan, itu benar-benar menahannya memasuki wilayah Filipina, hanya karena pemberitahuan merah yang dikeluarkan terhadapnya," kata Markk Perete, wakil dari Departemen Kehakiman Filipina.

Bahari, sudah empat minggu berada di bandara. Menulis di Facebook, ia mengatakan jika Filipina memberikannya suaka, dia akan meminta penjagaan khusus dan tempat tinggal yang aman.

"Tidak mungkin [untuk] memberi saya ID dan mengatakan pergi ke rumah Anda tanpa keamanan," tulisnya.

"Situasi saya tidak seperti sebelum 17 Oktober ... Karena ada banyak [pembunuh] di sini di Filipina bahwa siapa pun dapat memerintahkan mereka untuk menyelesaikan [yang lain]. Dan rezim Iran pasti akan melakukan itu."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini