JAKARTA - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengatakan, setelah menyisir anggaran Dinas Pendidikan di dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020, dirinya menemukan 27 mata anggaran yang dinilai janggal.
"Saya minta duluan ternyata kita masih menelusuri aku dibantu sama tim penyisir anak magang Fraksi PDIP nemuin hal-hal seperti ini," ujar Ima di gedung DPRD DKI, Jumat (8/11/2019).
Mantan staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu menilai ada puluhan pengadaan yang nilainya fantastis, tapi keberadaanya tidak penting. Salah satunya seperti pembelanjaan pasir dan helm proyek yang seharusnya dianggarkan untuk rehabilitasi sekolah, malah diperuntukkan alat peraga siswa.

"Contohnya pasir, aku pikir ini kan bukan rehab. Di luar dari rehab ini," ujarnya.
Ia mengaku akan mempertanyakan 27 item anggaran itu saat rapat Badan Anggaran (Banggar) nanti. "Itu yang nanti mau kita pertanyakan di pembahasan RAPBD, mungkin di banggar juga nanti komisi sudah selesai. Mungkin pas di Banggar nanti saya tanyain juga," kata dia.
Berikut 27 daftar item anggaran di Dinas Pendidikan DKI Jakarta :
1. Ballpoint
Jumlah: 7,105,256
Anggaran: Rp 633,694,491,327
2. Tinta printer
Jumlah: 314,420
Anggaran: Rp 258,388,262,301
3. Laptop
Jumlah: 19,977
Anggaran: Rp 217,429,495,672
4. Komputer PC
Jumlah: 12,323
Anggaran: Rp 206,754,307,713
5. Kertas F4 (prioritas untuk diklarifikasi)
Jumlah: 2,911,403
Anggaran: Rp 186,764,667,273
6. Buku guru tematik kelas II (prioritas untuk diklarifikasi)
Jumlah: 6,439,681
Anggaran: Rp 127,703,720,200
7. Lem aibon
Jumlah: 685,892
Anggaran: Rp 126,204,202,400
8. Meja tulis
Jumlah: 95,792
Anggaran: Rp 105,371,200,000
9. Buku folio (prioritas untuk diklarifikasi)
Jumlah: 1,063,413
Anggaran: Rp 78,796,001,032
10. Tinta/toner printer
Jumlah: 28,272
Anggaran: Rp 59,164,061,400