nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa SMP Dibully hingga Patah Hidung, Guru Diduga Sibuk Main Handphone

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 17:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 08 340 2127476 siswa-smp-dibully-hingga-patah-hidung-guru-diduga-sibuk-main-handphone-hBRRNnuZFa.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

PEKANBARU – Kasus bully terhadap MFA, siswa SMP Negeri 38, Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru Riau, viral. Pihak keluarga menyebut saat aksi bully dan berujung penganiayaan terhadap korban, guru yang mengajar di kelas diduga malah sibuk main handphone.

Dalam postingan pada 7 November 2019 di akun Facebook Rani Chambas yang mengaku keluarga korban, disebutkan MFA merupakan siswa kelas VIII. Korban dikeroyok beberapa temannya di ruang kelas.

Kasus Bully terjadi lagi ...siswa kls 8 smp dikeroyok dlm kelas..sementara bu gurunya ada dlm kelas..muridnya beramtam gurunya sibuk main hp..sampai patah tulang hidung si anak dan dioperasi..kejadiannya tanggal 5 November 2019 jam sekolah..lokasinya di smp negeri di Hangtuah Pekanbaru.

Dan orangtua yg mana terima anaknya babak belur di dlm kls? Coba jika anak sendiri yg digitukan org? Karena tidak ada jln keluar, kasus ini dilaporkan ke polisi..Semoga..tdk ada lagi kejadian2 begini di sekolah.” tulis akun Rani Chambas.

Postingan terkait penganiayaan dan bullying di sekolah itu menyita perhatian warganet. Ada warganet yang kesal dengan perilaku guru yang abai terhadap tindakan bullying siswanya.

“Guru2 muda sekarang juga harus sering di bina. Banyak bertebaran di timeline di dalam kelas malah asik tik tok an dan aplikasi sejenis. Berbaur dan dekat dengan anak didik boleh, tapi selama di dalam kelas guru pegang kendali. Untuk diluar kelas terserah mereka mau berkegiatan apa asal positif tapi masih dalam pengawasan guru.” tulis akun @Ismala HD.

Ilustrasi (Ist)

Ada pula warganet yang mendukung keluarga korban dalam menyelesaikan kasus ini. “Lanjut terus oma.. biar jadi efek jera...Izin share oma..” tulis @Yenny Rizka NYa Martinus.

Sementara itu, pihak Polresta Pekanbaru membenarkan terkait kasus bullying dan penganiayaan yang di-posting oleh akun Rani Chambas.

"Karena tidak jalan keluar, korban melaporkan kasus ini ke polisi kemarin," kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda, Jumat (8/11/2019).


Baca Juga : Siswa SMP Pekanbaru Di-Bully dan Dianiaya Teman hingga Hidungnya Patah

Dari keterangan pihak keluarga, aksi bullying itu terjadi pada 5 November 2019. Korban berinisial MFA siswa kelas VIII. Saat kejadian, orangtua korban mendapat telepon kalau MFA di-bully dan dianiaya oleh teman-temannya di kelas. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian hidung.

"Pelaku penganiayaan diduga dilakukan oleh M dan R teman sekolah korban. MFA saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit. Penyebab penganiayaan masih digali oleh pihak Polresta Pekanbaru," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini