nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPBD Kaji Tanah Ambles di Nusalaut Maluku Tengah

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 08 340 2127554 bpbd-kaji-tanah-ambles-di-nusalaut-maluku-tengah-mtCSbtNEr0.jpg Tanah ambles di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku, Jumat (8/11/2019). (Foto : Dok BNPB)

JAKARTA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku meninjau fenomena pergerakan tanah yang terjadi di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (8/11/2019).

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, mengatakan dari hasil peninjauan tersebut ditemukan data penurunan tanah dari 1,5 meter menjadi 9 meter dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter.

“Sedangkan luas daerah yang mengalami keretakan kurang lebih mencapai 100 meter memanjang ke arah laut dengan lebar sekitar 25 meter. Di samping itu, tim TRC menemukan adanya air yang tidak berwarna (bening), terasa asin, dan tidak berbau,” kata Agus, Jumat (8/11/2019).

Tanah ambles di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (8/11/2019). (Foto : Dok BNPB)

Ia mengungkapkan, atas tinjauan sementara itu, tim BPBD Provinsi Maluku telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Maluku serta meminta bantuan dari Badan Geologi Kementerian ESDM guna melakukan kajian teknis terkait kejadian tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa terjadi penurunan tanah (amblasan) di wilayah permukiman warga Desa Sila, Nusalaut berukuran sekitar 75 sentimeter dengan luas sekitar 50 meter pada Senin, 4 November 2019. Dari peristiwa itu sedikitnya 4 rumah rusak dan 2 KK terpaksa mengungsi ke tetangga. Petugas dari Polsek Nusalaut juga telah memasang rambu tali pembatas agar warga tidak memasuki area pergerakan tanah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


Baca Juga : BNPB : Pergerakan Tanah di Lokasi Tambang Kalimantan Utara Bukan Likuefaksi

Pihaknya pun mengimbau masyarakat di sekitar lokasi terdampak tidak beraktivitas di area retakan/amblasan dan tidak terpengaruh dengan berita terkait peristiwa tersebut dari sumber yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.


Baca Juga : Turap Ambrol Timpa Sejumlah Kontrakan di Tangsel

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini