nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Faksi Republik Rencanakan Pembelaan Kuat Menentang Pemakzulan Donald Trump

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 08:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 13 18 2129150 faksi-republik-rencanakan-pembelaan-kuat-menentang-pemakzulan-donald-trump-uXK8KP28m4.jpg Presiden AS Donald Trump (AP)

PENYELIDIKAN pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan berubah drastis mulai hari ini dengan sidang dengar pendapat terbuka. Pendukung Republik Trump merencanakan pembelaan yang kuat untuk Presiden dalam sidang-sidang pemakzulan yang terbuka mulai, Rabu (13/11/2019).

Dua pejabat Deplu Amerika, Bill Taylor, diplomat top Amerika di Ukraina, dan George Kent, yang mengurus Ukraina di Departemen Luar Negeri akan membuka sidang terbuka hari ini.

Kedua pejabat ini telah mengatakan, Donald Trump mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy melakukan penyelidikan terhadap pesaing utama Trump pada pemilihan 2020, mantan Wapres Joe Biden, sebelum Trump bersedia menyalurkan bantuan militer senilai $ 391 juta untuk Ukraina yang sedang menghadapi pemberontakan oleh separatis pro Rusia di bagian timur Ukraina.

Sidang terbuka hari ini menarget Donald Trump yang diduga menyalahgunakan jabatan untuk keuntungan politik pribadinya.

Sampai saat ini, penyelidikan pemazulan dilakukan secara tertutup, informasi hanya diperoleh dari transkrip dan laporan berita. Seorang profesor ilmu politik dan komunikasi di American University percaya bahwa sidang terbuka ini akan menarik banyak perhatian.

Leonard Steinhorn dari jurusan Politik dan Komunikasi di American University mengatakan, "Orang-orang akan menyaksikan di TV, akan mengikutinya, mereka ingin tahu apa yang dibicarakan orang di negara ini. Saya kira, ini akan menarik banyak perhatian rakyat Amerika".

Anggota dewan sedang menjajaki apakah Trump melanggar sumpah jabatannya, dengan meminta Ukraina untuk menyelidiki saingan

politiknya, Joe Biden dan putranya Hunter, dan menahan bantuan militer bagi Ukraina, sekutu Eropa.

Trump selama berminggu-minggu membantah bahwa percakapan teleponnya pada akhir Juli dengan presiden Ukraina itu bersifat quid pro quo yaitu memberi bantuan militer dengan imbalan untuk menyelidiki Biden.

Saksi pertama minggu ini termasuk tiga diplomat Departemen Luar Negeri yang telah memberi laporan yang menguatkan tindakan pemerintah itu.

Partai Republik ingin mendengar kesaksian dari orang lain, termasuk Hunter Biden dan pelapor rahasia yang memicu penyelidikan, tetapi Demokrat tidak mungkin menyetujuinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini