JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan (Korsel) untuk menelusuri aliran uang dugaan suap terkait pengurusan izin PLTU 2 Cirebon yang menyeret General Manager (GM) Hyundai Engineering Construction (HDEC), Herry Jung.
Koordinasi dengan otoritas Korsel yang akan dilakukan KPK karena Hyundai Engineering Construction merupakan perusahaan konstruksi asal Korea Selatan di bawah Hyundai Motor Group. Sehingga, KPK membuka peluang menggandeng otoritas Korsel untuk mencari bukti-bukti tambahan dalam kasus ini.
"Jika diperlukan nanti tentu kami akan berkoordinasi dengan otoritas di Korea Selatan. Jika dibutuhkan untuk pencarian bukti," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 15 November 2019, malam.
Baca juga: Jadi Tersangka, GM PT Hyundai Diduga Suap Bupati Cirebon Rp6,04 Miliar