nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mimpi Anak Indonesia yang Terlahir di Malaysia: Ingin Jadi Polisi

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 00:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 340 2131266 mimpi-anak-indonesia-yang-terlahir-di-malaysia-ingin-jadi-polisi-GcU0QA5z9Q.jpg Haririn, Anak Indonesia yang Terlahir di Malaysia dan Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra)

BINTULU - Indonesia Raya, lagu kebangsaan Republik Indonesia ini menggema di lapangan kawasan Ladang Saremas, Bintulu, Sarawak, Malaysia, Sabtu (16/11/2019) pagi.

Lagu kebangsaan Indonesia ini dinyanyikan sebagai tanda dibukanya Jambore Anak Indonesia di Malaysia Zona Sarawak (Jaim Zora) selama empat hari di lapangan milik Wilmar Internasional tersebut.

Baca Juga: Saat Aksi Debus Anak 11 Tahun Memukau Publik Malaysia 

Dari ratusan anak-anak Buruh Migran Indonesia (BMI) atau murid Community Learning Center (CLC) yang mengikuti kegiatan peningkatan kemampuan dalam kepramukaan ini, semua perhatian terfokus ke Haririn.

Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra)	Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra) 

Ya, bocah lelaki kelahiran 7 Desember 2009 ini menjadi polisi cilik dalam kegiatan tersebut. Lengkap pupa dengan replika motor dinasnya sebagai Polantas, yang disulap dari sepeda. Serta jajarannya.

Haririn memimpin konvoi pasukan polisi cilik memasuki lapangan penampilan keterampilan anak-anak dari berbagai CLC di Sarawak dalam kegiatan Jaim Zora itu. Sirine pada motor dinasnya mengiringi langkah kaki pasukan.

Dengan semangat menggebu dan setibanya di tengah halaman, Haririn masuk dalam barisan untuk ikut menampilkan gerakan hormat kepada pembina-pembina Gerakan Pramuka. Termasuk tarian-tarian yang diajarkan guru CLC Saremas.

"Saya ingin jadi polisi," kata Haririn kepada Okezone sambil mengutak-atik motor dinasnya.

Sepeda yang sehari-hari digunakan Haririn ini memang disulap menyerupai sepeda motor dinas Polantas. Bodi motornya, dibuat dari kardus bekas dan diwarnai seperti motor Polantas. Marah, putih, biru. Untuk sirine, orangtua Haririn menambahkan speaker aktif yang tersambung di handphone.

Muh Salim, salah satu gurunya mengatakan, bahwa Haririn memang ingin menjadi polisi.

"Yang memotivasinya untuk jadi polisi adalah karena dia ingin memberikan keamanan dan perlindungan. Cita-citanya memang ingin menjadi polisi kelak ketika sudah dewasa," ujar Salim kepada Okezone.

Saking semangatnya tampil menjadi polisi cilik di Jaim Zora ketiga ini, Haririn menahan diri untuk tidak jajan.

"Untuk menjadi polisi cilik, Haririn harus menabung selama tiga bulan uang jajannya demi membeli pakaian polisi cilik," terang Salim.

Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra)	Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra) 

Dengan adanya kegiatan polisi cilik di CLC Saremas ini, kata Salim, Haririn sangat semangat di semua kegiatan polisi cilik. Baik kegiatan polisi cilik dalam sekolah ataupun saat atraksi-atraksi polisi cilik lainnya di luar sekolah.

Salim menceritakan, Haririn ini anak dari Abdul Rahman dan Nurmin, warga asli Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulsel. Haririn dilahirkan di kawasan ladang Saremas Wilmar Internasional Bintulu, Sarawak, Malaysia. Tempat orangtuanya bekerja.

Sejak dilahirkan hingga saat ini, Haririn belum pernah pulang kampung halaman orangtuanya. Pelajar kelas 4 ini mengaku sudah sangat betah berada di ladang Saremas yang fasilitas pendidikan dan fasilitas ramah anaknya sangat lengkap.

"Selama sekolah di Saremas, Haririn punya banyak prestasi. Di antara prestasi terbesarnya adalah mengikuti lomba menari berpasangan Sekolah Indonesia Luar Negeri mewakili CLC Sarawak, pada Ajang Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) tahun 2018. Dia menjadi pelajar terfavorit pada tahun 2019," tutur Salim.

Baca Juga: Melihat Nasib Pendidikan 12.000 Anak Indonesia di Sabah dan Sarawak 

Ringgi Perdini, Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching menambahkan, KJRI Kuching selalu hadir untuk membantu anak-anak BMI mendapat pendidikan.

"Kita selalu support. Misal ada siswa CLC yang berprestasi dan ingin ikut lomba seperti kompetisi sains, seni dan olahraga, kita fasilitasi secara legal. Ini bentuk perhatian kita terhadap pendidikan di sini. Termasuk ke Haririn ini," kata Ringgi.

Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra)	Haririn, Anak Indonesia yang lahir di Malaysia, Punya Mimpi Jadi Polisi (foto: Okezone/Ade Putra) 

Untuk mendorong pendidikan anak-anak PMI ini, kata Ringgi, KJRI juga mendorong pihak perusahaan dimana orang tua anak itu bekerja untuk menyediakan fasilitas pendidikan.

"Dari awal KJRI memang datang ke perusahaan untuk menjelaskan CLC itu apa. Jadi kita menyampaikan bahwa CLC ini bukan hanya diperlukan anak-anak Indonesia, tapi juga diperlukan pihak perusahaan," ucap dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini