Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dianggap Cacat, Badan Amal Tarik Lebih dari Satu Juta Kondom dari Uganda

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 20 November 2019 |13:28 WIB
Dianggap Cacat, Badan Amal Tarik Lebih dari Satu Juta Kondom dari Uganda
Foto: Marie Stopes Uganda.
A
A
A

KAMPALA - Badan amal terkemuka Marie Stopes menarik lebih dari satu juta kondom yang dibagikan di Uganda menyusul munculnya keprihatinan mengenai keamanan penggunaan mereka. Otoritas Obat-obatan Nasional Uganda (NDA) mengatakan bahwa hasil uji telah menemukan beberapa kondom merek Life Guard buatan India memiliki lubang atau berisiko pecah.

Marie Stopes menyediakan layanan kontrasepsi dan keluarga berencana di lebih dari 35 negara.

Menurut PBB, hampir 6% orang dewasa di Uganda hidup dengan HIV, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa hanya 11% orang di negara itu yang merencanakan kehamilan.

Marie Stopes memasok antara 1,5 juta hingga dua juta kondom ke Uganda setiap bulan.

"Kami dapat mengonfirmasi ini adalah pertama kalinya bahwa salah satu program negara kami perlu mengeluarkan penarikan semacam ini," kata badan amal itu dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Penarikan itu terjadi setelah NDA pada 30 Oktober menulis pada Marie Stopes bahwa dua batch kondom Life Guard gagal memenuhi "uji kualitas".

Marie Stopes mengatakan pihaknya bekerja dengan NDA untuk "segera menyelidiki apa yang terjadi dengan batch itu dan memastikan produk kami terus memenuhi standar kualitas yang tinggi".

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dua batch yang kami tarik berisi sekira 335.000 paket kondom - lebih dari 1 juta kondom individu. Kami telah menarik kembali lebih dari setengahnya," tambah Marie Stopes.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement