Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berpose dengan Mayat Anggota ISIS, Prajurit Pasukan Khusus AS Terancam Dipecat

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 21 November 2019 |14:16 WIB
Berpose dengan Mayat Anggota ISIS, Prajurit Pasukan Khusus AS Terancam Dipecat
Edward Gallagher. Foto/Reuters
A
A
A

WASHINGTON - Para pejabat Angkatan Laut Amerika sedang mengkaji apakah seorang anggota unit khusus AL SEAL, yang dihukum karena berpose dengan mayat anggota militan ISIS, tetap bisa bertugas dalam pasukan elite itu.

Para pejabat juga sudah memberitahu tentara tersebut mengenai hal itu.

Pada 2018, Sersan Dua Edward Gallagher dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang ketika bertugas di Irak pada 2017.

Ia dinyatakan tidak bersalah membunuh pejuang ISIS yang terluka dan menembaki warga sipil. Ia dihukum karena berpose dengan militan yang sudah mati. Akibatnya, pangkatnya diturunkan.

Baca juga: Veteran Satuan Elite Amerika Didakwa Kejahatan Perang, Salah Satunya Menembaki Kerumuman Warga Sipil

Baca juga: Abu Bakr al Baghdadi Tewas, ISIS Peringatkan Amerika Serikat Waspada Serangan Balasan

Namun melanisr VOA, Kamis (21/11/2019) pekan lalu, Presiden Donald Trump memaafkan Gallagher dan memulihkan pangkat dan gajinya.

Trump juga mengampuni dua tentara lain yang terlibat kemungkinan kejahatan perang.

Gallagher dan tiga penyelianya di Irak diberitahu, kasus mereka akan ditinjau ulang.

Keempatnya harus hadir di hadapan dewan pengkaji, Trident Review Board, di mana sesama anggota SEAL akan memutuskan apakah mereka layak untuk tetap bergabung dalam unit elite itu.

Pengacara Gallagher menuduh Angkatan Laut melakukan balas dendam terhadap Trump.

Mereka mengajukan keluhan, menuduh Laksamana Muda Collin Green, komandan perang khusus Angkatan Laut, membangkang karena melawan keputusan Trump.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement