JAKARTA - Berbagai momen penting dan bersejarah di seluruh belahan dunia terjadi pada tanggal 21 November seperti ledakan di Puerto Riko, hingga lahirnya hari televisi se-dunia.
Berikut Okezone mencoba merangkum beberapa peristiwa penting pada hari ini, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org.
1. 1996 - Ledakan Puerto Riko Jadi Bencana Terburuk

Sebanyak 33 orang meninggal dunia dan 69 orang mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di sebuah toko sepatu, Humberto Vidal di Rio Piedras, Puerto Riko. Ledakan ini terjadi sekira pukul 08.35 pagi (waktu setempat).
Investigasi NTSB mengemukakan bahwa beberapa orang melaporkan dugaan kebocoran gas di dalam gedung beberapa hari sebelum ledakan. Namun toko ini tidak mempunyai layanan gas, sehingga ada kemungkinan pipa gas adalah penyebabnya. Akhirnya diketahui bahwa pipa yang membawa gas proparana yang lebih berat daripada udara telah rusak.
Beberapa tahun sebelumnya, sebuah pipa air utama telah dipasang, yang membuat pipa tersebut bengkok. Ketika pipa air tersebut telah dipasang, pipa tersebut sudah bengkok, membuat pipa tersebut lebih tertekan. Pipa air utama juga membuat pipa tersebut rusak.
Gas tersebut masuk ke dalam basemen toko dari sekitar dan atas pipa tersebut, membuat bau tak sedap. Namun masalah terbesarnya adalah teknisi perusahaan gas tersebut tidak mendeteksi adanya gas sebelum bencana. Investigator menemukan bahwa lubang yang digali untuk mendeteksi gas hanya sedalam 46cm (1.5 kaki) sedangkan gas tersebut berada 4 kaki dibawahnya, sehingga, tidak dapat dideteksi.
2. 1886 - Lewis A Swift Menemukan Galaksi NGC 35

Galaksi NGC 35 merupakan galaksi spiral di rasi bintang cetus. Galaksi ini pertama kali ditemukan oleh astronom asal Amerika Serikat (AS) Lewis A Swift pada 21 November 1886.
Galaksi NGC 35 yang masuk dalam galaksi spiral ini berarti terdiri dari sebuah piringan bintang-bintang yang berotasi, materi antarbintang, serta sebuah tonjolan pusat yang terdiri dari bintang-bintang tua.
Selain itu, terdapat lengan-lengan spiral terang yang menjulur dari tonjolan pusat. Dalam sistem klasifikasi Hubble, galaksi spiral digolongkan sebagai tipe S, diikuti sebuah huruf (a, b, atau c) yang menunjukkan tingkat kerapatan dari lengan spiral dan ukuran dari tonjolan pusat.
Galaksi Sa memiliki lengan spiral yang samar dan bergulung rapat, serta tonjolan pusat yang relatif besar. Sedangkan galaksi Scmemiliki lengan spiral yang jelas dan melebar serta tonjolan pusat yang relatif kecil. Galaksi spiral dengan lengan yang tidak jelas terkadang disebut galaksi spiral flocculent. Sedang galaksi dengan lengan yang jelas dan menonjol disebut galaksi spiral grand design.