nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jerman Berencana Menggunakan Foto Pornografi Anak Palsu untuk Menjerat Pedofil

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 22 18 2133211 jerman-berencana-menggunakan-foto-pornografi-anak-palsu-untuk-menjerat-pedofil-z3YvigatyU.jpg Ilustrasi Foto/Shutter Stock

BERLIN - Jerman berencana menggunakan pornografi anak palsu untuk mendeteksi pemangsa pedofil di internet gelap atau dark web, kata Menteri Kehakiman Christine Lambrecht.

"Penyelidik akan dapat menggunakan gambar yang dihasilkan komputer di masa depan, jika kejahatan tidak dapat dideteksi dengan cara lain," kata Lambrecht kepada koran Die Welt mengutip DW, Jumat (22/11/2019).

Banyak situs web darknet yang menjajakan pornografi anak, di mana pengguna diharuskan untuk mengunggah gambar atau video untuk mendapatkan akses, sehingga sulit bagi penyelidik yang menyamar untuk masuk ke forum kriminal.

Lambrecht mengatakan bahwa anggota parlemen ingin memberikan penyelidik semua cara yang diizinkan secara hukum sehingga pelaku dan operator dapat dengan cepat diidentifikasi dan dihukum.

"Kami sekarang meletakkan dasar hukum, dan kita tidak boleh lupa bahwa di balik gambar-gambar porno anak adalah tindakan pelecehan yang mengerikan terhadap anak-anak," kata Lambrecht, menambahkan bahwa gambar yang dihasilkan komputer akan terlihat seperti foto asli, tetapi tidak akan pernah memperlihatkan anak-anak yang sebenarnya.

Taktik kontroversial

Meskipun ada niat baik, ada keraguan tentang penggunaan gambar palsu yang menggambarkan anak-anak yang dieksploitasi.

Baca juga: Australia Semakin Banyak Tangkap Pria Miliki Konten Pornografi Anak-Anak, Salah Satunya WNI

"Tujuannya sebenarnya adalah untuk menghilangkan materi pornografi anak dari internet, dan tidak memperkaya materi yang dihasilkan komputer," kata Stephan Thomae, wakil pemimpin kelompok oposisi Demokrat Free.

Namun, konten yang dihasilkan komputer adalah cara yang tepat untuk memerangi pornografi anak di internet yang tidak boleh disembunyikan dari penyelidik, katanya.

Partai Hijau telah menolak proposal tersebut. Meskipun kekuatan investigasi perlu diperkuat, kejahatan seharusnya tidak diperjuangkan dengan kejahatan lain, kata pakar hukum Partai Hijau Canan Bayram.

Dia khawatir bahwa penggunaan gambar anak palsu dapat meningkatkan ambang batas yang diperlukan untuk memasuki situs web ilegal.

Komisioner pelecehan seksual anak federal, Johannes-Wilhelm Rörig, dengan hati-hati mendukung proposal tersebut. Dia mengatakan representasi pelecehan seksual anak harus digunakan sebagai upaya terakhir dan berdasarkan kasus per kasus.

Dia menyarankan bahwa ada batasan etnis pada sifat dan tingkat keparahan pornografi anak yang dihasilkan komputer.

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini