nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Pelajar Melawan Balik Penindas karena Menolak Kerjakan PR Teman Sekelas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 21:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 22 18 2133371 viral-pelajar-melawan-balik-penindas-karena-menolak-kerjakan-pr-teman-sekelas-63CwA37Z0X.jpeg Momen dua pelajar Malaysia menindas teman sekelas. (Foto/Twitter iloveyouIPOH)

KELANTAN – Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seorang pelar ditindas rekan-rekannya di di sekolah agamanya di Pasir Puteh, Kelantan telah viral

Video, yang diposting di Twitter pada Rabu malam, 20 November, telah dilihat lebih dua juta kali dan telah dibagikan sebanyak 50 ribu lebih pada saat penulisan.

Korban yang berusia 14 tahun, yang tampak sedih, terlihat duduk di lantai dengan punggung menempel ke dinding ketika orang-orang yang menindasnya terlihat mengejeknya.

Baca juga: Heboh Bocah 6 Tahun di Bekasi Tewas Usai Di-Bully, Bagaimana Faktanya?

Baca juga: Bocah 8 Tahun Berjuang Hidup Usai Dibakar Teman Sekolah

Salah satu penindas memukul korban dengan sebuah buku catatan, yang lain menutupi kepalanya dengan tas sekolah dan menendang. Korban kemudian berulang kali ditendang dan ditinju oleh dua anak laki-laki.

Peristiwa itu sampai detik ke 19. Namun korban tiba-tiba bangkit meraih salah satu penindasnya dan menyeretnya ke bawah dari kursinya.

Korban melawan balik dengan meraih leher penindasnya lalu menjatuhkannya ke lantai. Dia kemudian terlihat mendaratkan pukulan dan tendangan kepada pelaku.

Menyusul insiden itu, korban melapor ke Kantor Kepolisian Pasir Puteh, mengklaim bahwa ia telah ditindas oleh teman-teman sekelasnya karena menolak untuk mengerjakan tugas sekolah mereka.

Menurut laporan Bernama, Wakil Kepala Polisi Kelantan Abdullah Muhammad Piah mengatakan bahwa bocah berusia 14 tahun itu diserang ketika dia menolak untuk mematuhi instruksi teman-teman sekelasnya.

"Tidak dapat menahan serangan itu, korban bereaksi dengan menyerang salah satu tersangka," katanya.

Polisi kemudian menangkap 10 teman sekelas untuk merekam pernyataan mereka untuk diselidiki di bawah bagian 147 KUHP, tetapi semuanya sejak itu dibebaskan dengan jaminan polisi, lapor Bernama.

Ini bukan pertama kalinya korban diserang

Ayah korban, Mohd Khairul Anuar Razak, mengatakan bahwa ini adalah kedua kalinya putranya ditindas oleh teman-teman sekelasnya.

Bernama melaporkan ayah yang berusia 40 tahun itu mengatakan bahwa insiden pertama terjadi awal tahun ini, tetapi ia tidak mengajukan laporan dan telah menyelesaikan masalah itu dengan sekolah.

“Saya tidak menyangka kejadian itu akan terjadi lagi,” kata Mohd Khairul Anuar Razak

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini