Pilkades di Sampang Ricuh, Ratusan Senjata Tajam dan Senpi Disita Polisi

Jum'at 22 November 2019 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 22 519 2133346 pilkades-di-sampang-ricuh-ratusan-senjata-tajam-dan-senpi-disita-polisi-CXwciWXol3.jpg Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menunjukan barang bukti senjata tajam yang disita dari warga saat Pilkades di Sampang, Jawa Timur (Foto: iNews.id)

SAMPANG – Polres Sampang Jawa Timur (Jatim) menyita ratusan senjata tajam berbagai jenis selama pelaksanaan pemilihan kepada desa (pilkades) di beberapa lokasi di daerah itu, Kamis 21 November 2019. Polisi juga menyita satu senjata api saat penyisiran senjata api.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro memimpin langsung penyisiran senjata tajam. Polisi menemukan lebih dari 100 senjata tajam berupa celurit dan pisau dari beberapa rumah sekitar tempat pemungutan suara (TPS) pilkades.

Baca Juga: Calon Pemilih Pilkades Tewas di Dalam Bilik TPS 

Sementara senjata api buatan Belgia ditemukan di salah satu rumah warga. Senjata itu disimpan di bawah bantal untuk mengelabui polisi.

“Kemarin kami amankan senjata itu dalam kondisi terkokang. Di dalamnya ada lima amunisi tajam yang masuk dalam magazen tersebut,” kata Didit saat konferensi pers di Mapolres Sampang seperti dikutip dari iNews.id, Jumat (22/11/2019).

Penyisiran ini dilakukan polisi dibantu TNI untuk mengantisipasi bentrok antarpendukung saat pilkades serentak di Sampang. Kericuhan sempat terjadi di Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, Kamis 21 November. Warga diduga emosi karena ada yang tidak menerima undangan memilih.

Ilustrasi 

Sementara di Desa Tadden, Kecamatan Camplong, ditemukan ada warga yang membuat keribuhan, sehingga terpaksa diamankan petugas. Aksi di kedua desa ini dilakukan sekelompok orang dengan senjata tajam.

“Kelompok ini diduga mengorganisasi warga untuk membuat situasi gaduh dengan cara-cara kekerasan,” ujarnya.

Dibantu Brimob Polda Jatim dan TNI, Polres Sampang secara sigap berhasil mengamankan pilkades serentak di 38 desa di Sampang. Saat ini, 10 orang masih diperiksa terkait kepemilikan senjata tajam yang diamankan di sekitar desa yang menggelar pilkades.

Pilkades serentak di Kabupaten Sampang yang digelar Kamis 21 November diikuti 38 desa di 14 kecamatan. Hingga Jumat siang, tiga desa belum melakukan penghitungan surat suara karena persoalan teknis.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini